views

Lampung Tengah Darurat Kejahatan Seksual Anak

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Lembaga Perlindungan Anak (LPA), menganggap Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) masuk dalam kategori darurat kejahatan seksual terhadap anak.

Pasalnya, hingga hari sudah tercatat 38 kasus kejahatan seksual. Ironisnya, tiga kasus diantaranya hamil, dan dua pelakunya adalah ayah kandung sendiri.

Miris bila mendengar ada tindak kejahatan seksual terhadap anak, dan ternyata pelaku adalah ayah sendiri.

Ayah kandung yang telah dirasuki setan, hingga pelaku tak sadar jika korban adalah putrinya sendiri.

Terkait banyaknya kasus pencabulan anak dibawah umur. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah (Lamteng), meminta aparat hukum untuk menghukum berat para pelaku.

Hal itu disampaikan Ketua LPA Lamteng, Eko Yuwono kepada Headlinelampung, Jumat (5/6/2020).

Menurut Eko, pihaknya akan meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU), untuk menuntut para pelaku dengan hukuman berat, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perilaku menyimpang yang telah menghancurkan masa depan anak.

“Kami meminta JPU, menuntut pelaku pemerkosaan terhadap anak selama 20 tahun secara maksimal,” tegasnya.

Ditambahkan Eko, pihaknya juga meminta JPU agar menerapkan hukuman tambahan kepada seorang ayah yang telah tega memperkosa putrinya dengan hukuman kebiri.

“Kita juga meminta agar JPU, juga menerapkan hukuman tambahan kepada pelaku. Yakni, hukuman kebiri kepada ayah kandung yang perkosa aanak gadisnya,” ujarnya.

Ketua KPA Lamteng juga meminta semua pihak l, untuk memperhatikan dan menjaga anak dibawah umur dari sergapan para drakula sahwat.

“Pemda dan seluruh dinas terkait untuk merespon persoalan ini. Karena 95, LPA mendampingi korban, pelaku dan saksi yang nerhadap dengan masalah hukum,” harapnya.

Eko juga mengimbau para korban agar jangan malu atau takut, untuk melaporkan perbuatan tak senonoh meskipun pelakunya adalah ayah kandung sendir.

“Hasil dari asesmen kami korban akan dibawa ke rumah aman,” imbuhnya.

Ketua KPA Lanteng, mengharapkan JPU dan hakim harus punya inovasi dalam menerapkan hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

“JPU dan hakim harus berani menerapkan hukum secara maksimal dan menambahkan hukuman kebiri, terhadap pelaku,” tukasnya.

Ditambahkan Eko, Kabupaten Lamteng masuk zona darurat kejahatan seksual terhadap anak. Karena, sudah 38 kasus, dan tiga diantaranya hamil, dua pelakunya adalah ayahnya sendiri.(Gunawan)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Update Kasus Covid-19 Lampung 5 Juni 2020: Dua PDP Meninggal, Positif Corona Bertambah Lagi

Jum Jun 5 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]