views

Reihana: Surat Izin Perjalanan Dinas-Bebas Covid-19 Hanya dari Diskes Lampung

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG — Pemeriksaan rapid test di Provinsi Lampung saat sudah banyak dilakukan masyarakat secara mandiri.

“Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung tidak akan melarang masyarakat yang ingin melakukan rapid test secara mandiri di rumah sakit swasta atau klinik,” ujarKepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Selasa (9/06/2020).

Namun dia menyarankan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan surat izin perjalanan atau surat izin bebas Covid-19, agar melakukan pemeriksaan di Diskes Provinsi Lampung.

Di sisi lain, saat ini di Pelabuhan Bakauheni atau terminal sudah tidak ketat lagi pemeriksaan terhadap penumpang ataupun pengendara kendaraan roda dua/roda empat.

Namun berbeda dengan pelayanan di jalur udara atau bandar udara (Bandara).

“Sampai sekarang bandara (Raden Inten II) masih ketat. Pihak bandara juga hanya menerima surat keterangan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung,” kata Reihana.

Untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan, maka Diskes Lampung menempatkan petugasnya di Bandara.

“Tujuannya untuk memastikan pemeriksaan, apakah benar bahwa surat itu dari Diskes Provinsi Lampung atau bukan,” terang Reihana.

Pihaknya juga tidak akan mempersulit para pejalan yang ingin melakukan perjalanan melalui bandar udara.

“Kalau surat perizinannya dari Diskes kabupaten atau kota, maka akan kita diklear. Tetapi kalau dari klinik, rumah sakit swasta kita tidak akan diklear. Artinya, surat dari klinik di luar tanggungjawab Diskes, karena pihak klinik tidak meminta surat izin dari Diskes,” terang Reihana

Jadi, jika ingin melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara, sebaiknya tidak melakukan rapid test secara mandiri.

“Tapi melakukan rapid test atau meminta surat izin melalui Diskes provinsi atau kabupaten-kota. Jangan membuat surat izin melalui klinik,” tegas Reihana.

Hal itu ntuk menghindari permainan harga, jika melakukan rapid test di klinik-klinik.

“Saat ini banyak yang melakukan permainan harga. Ada yang Rp 350 ribu sampai dengan Rp 700 ribu,” ungkap Reihana.

Menurutnya, ini salah satu bentuk sistem kontrol Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, untuk membantu masyarakat yang ingin mendapatkan surat perizinan bepergian ke luar daerah.

Sampai saat ini, pihak rumah sakit ataupun klinik belum ada yang mengajukan akan melakukan rapid test secara mandiri.

“Tetapi jika ada yang mengajukan rapid test secara mandiri akan kita perbolehkan. Asal ada perizinannya melalui Dinas Kesehatan,” ujar Reihana. (Sandi)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiga Pasien Baru Positif Covid-19 di Lampung OTG, Empat Sembuh

Sel Jun 9 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]