views

Memperingati Hari Santri Nasional, Tanggamus Gelar Pengajian Akbar

Headlinelampung.com, Gisting – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus dan PCNU Kabupaten Tanggamus mengadakan Pengajian Akbar dalam rangka Memperingati Hari Satri Nasional Tahun 2019, di Pekon Landbaw, Kecamatan Gisting, Minggu (27/10).

Kegiatan yang mengusung Tema Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia ini dihadiri Penceramah dari PBNU Jakarta, Dr. KH. Manarul Hidayat.Ma.

Selain itu kegiatan tersebut di hadiri oleh Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus, Heri Agus Setiawan, Ketua PWNU Provinsi Lampung.

Prof.Dr.KH.Moh.Mukri, Ketua PCNU Kabaputen Tanggamus, Amirudi Harun, Ka.Tib NU Kab.Tanggamus, Samsul Hadi, Ketua Muslimat NU kab.Tanggamus, Afilah, Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Partai PKB, Azwansyah, Kepala Depag Kab.Tanggamus KH.Murdi Amin.

Tampak hadir juga Ketua KPUD Kab.Tanggamus, Otto Yuri Saputra, Danramil 04/Talang Padang, Kapten Inf.Sanusi, Pengurus Muslimat NU kabupaten Tanggamus, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda Kabupaten Tanggamus, Santri se-Kab. Tanggamus, Anggota Banser se-Kab. Tanggamus, serta 4500 Jamaah.

Dalam sambutanya, Bupati Tanggamus mengatakan, mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2019, dan sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No 22 Tahun 2015 yang menetapkan bahwa Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

“ini merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar- pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Dewi juga menambahkan, Santri juga perlu  teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga, dan martabat seseorang. Tanggal 22 Oktober, eksistensi santri telah diakui di Indonesia. Akan tetapi, di balik itu semua, perjuangan para santri belum selesai.

“Kita juga patut bersyukur karena dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan Undang-Undang tentang Pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi masyarakat. Karena sejatinya santri itu cinta damai dan membawa kedamaian. Para Santri akan menjadi generasi muda yang tangguh, sebagai generasi penerus di masa depan dan merupakan harapan bangsa Indonesia, masyarakat Lampung dan Kabupaten Tanggamus,” Pungkasnya.

Ketua NU kabupaten Tanggamus juga mengatakan, pada peringatan Hari santri ke-5 tahun ini keluarga besar NU dan seluruh rakyat Indonesia memperingatinya secara serentak .
Di tengah revolusi gelombang ke-4(4.0)santri harus kreatif, inovatif dan adaptif terhadap nilai-nilai baru yang baik sekaligus teguh menjaga .

“Nu tidak menolak sama sekali full day school tetapi mohon ditinjau kembali apakah persyaratan diberlakukannya full day school kita ini sudah terpenuhi infrastruktur nya maupun SDM nya ketika belum siap untuk apa dipaksakan untuk itu mohon untuk mengkaji secara mendalam kesiapan kita ,hal ini kami sampaikan semata-mata untuk masa depan generasi kita untuk menghadapi tantangan, era ini anak kita harus di dekatkan dengan tiga hal yaitu al-qur’an- Masjid dan Ulama,” ungkapnya.

Rangkaian peringatan Hari santri nasional tahun ini telah dimulai tanggal 20 Oktober dengan berbagai kegiatan yakni
Lomba Rebana ,Upacara Hari santri yang dilaksanakan di wilayah, sekolah dan pesantren masing-masing, Ziarah ke makam para Ulama dan Tokoh NU, Olimpiade Santri, donor darah (And)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolres Lampura Pimpin Upacara

Sen Okt 28 , 2019
Headlinelampung.com, […]