views

Kualitas Buruk, Bantuan Beras dari Pemkab Lampung Barat Tuai Kritikan

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Bantuan beras premium kepada masyarakat Kabupaten Lampung Barat (Lambar), yang dialokasikan dari Biaya Tak Terduga (BTT) di APBD Lambar 2020 sebesar Rp 8,1 miliar, menuai kritikan.

Pasalnya, kualitas beras tersebut jauh dari kata Premium. Bahkan terlihat kualitasnya masih sangat rendah, mengingat bantuan paket sembako berupa 10 kilogram beras dan empat kaleng ikan kemasan itu mencapai Rp 200 ribu per paket.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Sosial Lambar, M. Danang Hari Suseno mengatakan, jika pihaknya telah turun ke gudang penyedia barang dan jasa.

Menurutnya, pihak ketiga mengakui 10 ton beras yang rusak, dan pemkab Lambar telah meminta komitmen pihak ketiga untuk mengganti sejumlah barang yang rusak tak layak konsumsi.

“Kami telah meminta pihak ketiga untuk memulangkan beras yang rusak dan diganti dengan yang baru, hari ini kami melakukan survey ke bawah untuk menarik semua bantuan yang sudah diterima masyarakat,” ungkapnya, Rabu (10/6/2020).

PDanang menjelaskan, pihaknya siap menerima pengaduan masyarakat jika ada bantuan yang diterima dinilai tak layak konsumsi.

“Kami siap menerima laporan jika ada beras yang diterima KPM tak layak konsumsi, silahkan laporkan disertakan identitas penerima dan barang bukti. Nanti akan diganti,” ujarnya.

Total penerima bantuan paket sembako tersebut di Lambar kata dia sebanyak 35 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Setiap KPM menerima bantuan paket sembako berupa 10 Kg beras dan empat kaleng sarden. Program Pemkab itu menelan dana Rp 8,1 miliar. Pendistribusian harus rampung Juni 2020,” jelas dia.

Sementara itu, pihak ketiga, Aho Wijaya, saat ditemui di gudang penyimpanan beras, membenarkan adanya sekitar 10 Ton beras rusak. Dikatakan, pendistribusian beras tak yang berjamur itu bukan faktor kesengajaan.

Sebab, beras yang tak layak sudah dipisahkan. Namun, saat memuat ke kendaraan saat akan didistribusikan terjadi salah angkut. Dan ia juga menyebut jika beras yang tak layak konsumsi telah dipisahkan.

“Sebelumnya beras yang rusak sudah dipisahkan dengan yang layak. Namun, terjadi salah angkut saat akan didistribusikan. Itu baru disadari setelah pendistribusian, karena memang pendistribusian cukup padat,” kata Aho.

Terkait beras yang terlanjur didistribusikan aho menjanjikan pihaknya bersedia mengganti dengan beras yang layak.

“Kami akan mengganti semua beras yang rusak. Karena ini bukan faktor kesengajaan,” pungkasnya. (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Update Kasus Covid-19 Bandar Lampung 10 Juni 2020: Pasien Positif Corona Bertambah Dua, Warga Kecamatan Panjang

Rab Jun 10 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]