views

Polemik CV Mahameru Way Kanan, Pemilik Klaim sedang Urus Balik Nama

HEADLINELAMPUNG, WAY KANAN –Polemik soal izin usaha pabrik pengolahan singkong yang digunakam CV. Mahameru Sidoarjo dengan memakai izin milik CV. Zalfa Langgeng Plantations (ZLP) di Way Kanan, menemui titik terang.

Sebelumnya, pemilik CV. Zalfa Langgeng Plantations telah memproses pencabutan izin usahanya ke Dinas Peeizinan Way Kanan.

Hal itupun dibenarkan pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Way Kanan.

Pemilik CV. Mahameru Sidoarjo, Iwan, mengakui jika perusahaannya masih menggunakan izin usaha perusahaan sebelumnya, CV. Zalfa Langgeng Plantations.

Dia mengklaim jika dirinya telah mengurus izin usaha perusahaannya, yang berlokasi di Kampung Sidoarjo, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.

Iwan pun mengaku jika pihaknya telah menerima Surat Kuasa dari CV. Zalfa Langgeng Plantations, untuk mengubah izin perusahaan tersebut sejak 2018 lalu.

Bahkan, dirinya telah melakukan upaya balik nama dan mendatangi Dinas Perizinan pada tahun tersebut.

Tapi saat itu, menurut Iwan, persyaratan untuk mengubah izinnya masih kurang, sehingga terhambat.

“Soal langsung Balik Nama itu kita tidak ada kesepakatan dengan ZLP. Tapi memang dari awal, saat jual-beli itu, kita juga minta tolong untuk dibuatkan Surat Kuasa¬† supaya bisa menggurus Balik Nama. Kita ingin pakai nama sendiri,” kata dia, saat dikonfirmasi Headlinelampung via telepon, Minggu (14/06/2020).

Menurut Iwan, setelah membeli pabrik tersebut pihaknya langsung memproses Balik Nama dan tidak ada kendala.

Bahkan pada 2018 tersebut pihaknya berinisiatif datang ke Kantor Perizinan, untuk melaporkan ada bangunan baru, serta ingin melakukan Balik Nama.

Namun, lanjut Iwan, pihak Perizinan meminta agar melengkapi berkas atau syaratnya. Berkas itupun sudah dipenuhi, tapi masih dalam proses.

“Sudah proses Balik Nama, tapi memang agak lama,” ujarnya.

Terkait pernyataan pihak Dinas Perizinan, jika CV. Mahameru Sidoarjo belum terdaftar, menurut Iwan itu hanya miskomunikasi.

Dia mengaku pihaknya bahkan sudah pernah mendatangi Kantor Perizinan.

“Saya sendiri yang datang ke Kantor Perizinan untuk mengurus Balik Nama saat itu. Tapi yang melayani kami stafnya, yaitu Kepala Seksi Perizinan, Firman. Kemarin sudah dijelaskan dan ternyata memang ada miskomunikasi. Intinya dari kita ingin pakai nama sendiri,” kata Iwan.

Saat ini pihaknya telah melakukan upaya dan komunikasi dengan Perizinan, supaya memproses Balik Nama izin pabrik tersebut.

“Saya sudah komunikasi dengan Perizinan dan sudah kita kirim berkasnya, tapi masih ada yang kurang dan sudah dikirim lagi. Kita terus koordinasi dan selalu aktif,” jelasnya.

Terkait limbah, menurut Iwan, kalaupun ada yang kurang baik, pihaknya akan berkomitmen memperbaiki dan akan mengikuti aturan yang ada, karena semua memang ada aturannya.

“Saya siap memperbaiki, bahkan kalau memang ada pengaduan dari masyarakat ataupun ada yang merasa dirugikan, kita juga siap. Kita selalu terbuka. Intinya, kalaupun memang ada kesalahan, kami siap memperbaiki,” janjinya. (Migo)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

GTPP Covid-19 Pesawaran, Sosialisasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Ming Jun 14 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]