views

Onderlag Belum Rampung 100%, Komisi III DPRD Bakal Layangkan Surat Resmi ke Kejaksaan

Headlinelampung.com, Pesawaran – Menanggapi media onlain headlain lampung, terkait keluhan masyrakat tentang minimnya kualitas proyek jalan onderlag Desa Gunungsari Kecamatan Waykhilau Kabupaten Pesawaran. Dimana pemborong belum merampungkan 100% pembangunan.

Lembaga DPRD Kabupaten Pesawaran, melalui Komisi III, berencana akan melayangkan suarat rekomendasi ke pada kejaksaan dan aparat penegak hukum lain nya.

Hal itu, di katakan oleh Olan Fernando, anggota DPRD Komisi III. Pekerjaan yang di nyatakan tidak sesuai dengan ketentuan tersebut, belum maksimal pasalnya di duga pekerjaan belum rampung 100 % namun oleh rekanan di tinggalkan begitu saja lebih dari 2 bulan, lalu.

Namun, demikian terlebih dahulu Dinas terkait akan kita panggil untuk dengar pendapat atau hering di kantor DPRD.

“Benar pekerjaan jalan onderlag, tidak rampung 100 %. Bahkan sejumlah warga dan aparat Desa juga mengeluhkan pekerjaan tersebut.,” ujar Olan Fernando, salah seorang politisi dari partai Demokrat tersebut. Baru-baru ini.

Tak hanya itu saja, sejumlah wakil rakyat komisi III juga turut mengamini. Safrudin, anggota DPRD Fraksi PAN, yang juga komisi III, sangat menyayangkan masih ada kontraktor yang dengan sengaja tidak mengutamakan kualutas pekerjaan.

Pasalnya di lokasi proyek, selain batu hany di hampar oleh batu abal-abal dan tidak sesuai dengan ukuran batu onderlag pada ketentuan bestek. Batu yang di gunakan juga berwarna putih tanpa di susun berdiri.

,” pekerjaan ini. Sangat patal dan untuk itu kita akan emanggil Dinas terkait bila di mungkinkan secepatnya atas nama lembaga kita akan layangkan surat ke pihak kejaksan dan penegak hukum lainya,” tegas nya.

Supriyadi yang juga anggota komisi III dari partai Hanura Kabupaten Pesawaran, juga menambahkan. Bagaimana masyarakat akan dapat melalui jalan onderlag ini. Bila rekanan tidak menggiling dengan alat berat.

Tak hanya itu, saja lanjut Mas Iyat, sapaan akrab Supriyadi, seharunya sebelum di susun batu sesuai ukuran, badan jalan di hampar pasir, baru di hampar oleh batu berdiri. Kemudian di hampar pasir lagi sesuai ketentuan.

Baru di lakukan penggilingan oleh alat berat. ,” bagaimana masyarakat dapat melalui dengan kendaraan jalan ini. Kita ketika kunjungan berjalan kaki saja sulit dilalui karna batu tidak di giking oleh alat berat,” kata Iyat, yang juga mengamini komisi III lainya.

Kita berharap kepada Dinas instrasi terkait dapat kiranya mengefaluasi kinerja kontraktor yang bekerja asal jadi.

“Kita akan panggil Dinas terkait. Karna pekerjaan ini, pembangunan jalan onderlag. Benar tidak rampung 100%. Sehingga masyrakat dan aparat Desa mengeluh karna jalan tidak dapat dilalui,” ujar Suprapto, ketua Komisi III. Rabu ( 13/11) lalu, ketika meminpin tinjawan di Desa Gunung Sari Kecamatan Waykhilau Dan beberapa Proyek lainya yang ada di Kecamatan Kedondong dan Kecamatan Waylima. ( Agung)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dipastikan Merosot Hingga 70 Persen, Petani Kopi Harapkan Terobosan Pemerintah

Jum Nov 15 , 2019
Headlinelampung.com, […]