views

Wanita Pembakar Bendera Merah Putih di Lampung Utara Dikabarkan Meninggal Dunia

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG UTARA – Masih ingat dengan wanita pembakar bendera Merah Putih di Lampung Utara, yang sempat menghebohkan media sosial facebook beberapa waktu lalu?

Kini, Maria Ajeng Noni Ayuningtyas, warga Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, yang sempat diamankan polisi setempat, dikabarkan meninggal dunia.

Hal itu terlihat di postingan akun Facebook @Paula Chatie, Sabtu (22/8/2020).

Dalam unggahannya, Paula mengabarkan jika Maria meninggal dunia.

Selamat jalan. M.Ajeng.N. moga arwahnya ditrima bapa di surga,” tulisnya, seraya menyertakan foto Maria Ajeng Noni Ayuningtyas dan mengembuskan nafas terakhir di RS Maria Regina, Kotabumi, Lampung Utara.

Headlinelampung sedang mencari kebenaran informasi ini ke pihak kepolisian dan Rumah Sakit.

Kapolres: Kurang Waras

Sebelumnya diberitakan, Polres Lampung Utara (Lampura) mengamankan perempuan berinisal MA (33) terduga pemilik Akun Fabebook MVNH yang memposting video bedurasi 30 detik, soal bendera Merah Putih dibakar sengaja dengan api yang menyala di lampu.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Bambang Yudho Martono mengatakan pihaknya mendapatakan informasi pada Minggu, 2 Agustus 2020, sekira pukul 19.00 WIB.

Kemudian, sekira pukul 22.00 WIB, pihaknya menangkap wanita pelaku aksi pembakaran di kediamannya, Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Lampura.

“Saya langsung yang memimpin penangkapan terhadap terduga pelaku pembakaran, dan sekarang sudah berada di Mapolres Lampura,” kata Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono kepada awak media, di Halaman Kantor Pemkab Lampura, Senin (3/8/2020).

Dijelaskannya, terduga pelaku pembakaran bendera merah putih berikut orang tuanya sudah dibawa ke Mapolres Lampura, untuk dimintai keterangan.

“Didapat hasil bahwa yang bersangkutan kami nyatakan agak kurang waras,” kata kapolres.

Selain mengamankan terduga pelaku pembakaran bendera merah putih, pihaknya juga membawa barang bukti yang diambil di antara bekas pembakaran dan tempat pembakaran.

“Ada beberapa bendera yang dijahitnya sendiri, bendera Belanda dan beberapa bendera Indonesia,” ungkap kapolres.

Saat ini pihaknya sedang meminta keterangan dari Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa terhadap yang bersangkutan.

Kapolres menegaskan video aksi pembakaran bendera Merah Putih yang diviralkan melalui akun Facebook MVNH, baru pertama kali di lakukan yang bersangkutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Polres Lampura akan membawa terduga pelaku pembakaran bendera Merah Putih itu ke Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa di Pesawaran. (*/rasul/tra)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Riwayat Perjalanan dari Sumsel, Satu Warga Lampung Selatan Konfirmasi Positif Covid-19

Sab Agu 22 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]