views

Polisi Tangkap Resedivis Curat di Tanggamus

HEADLINELAMPUNG, TANGGAMUS-Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek), Semaka dan Wonosobo Polres Tanggamus menangkap HN (41) oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diduga melakukan pecurian dengan pemberatan (Curat) sepeda dayung bernilai Rp3 juta.

Selain menangkap tersangka saat berada di rumahnya di Pekon Bandar Kejadian Kecamatan Bandar Negeri Semoung (BNS). Petugas gabungan juga menangkap SH (32) selaku penadah di pekon setempat.

Dari penangkapan itu, turut diamankan barang bukti sepeda dayung starmon milik korban dan sepeda motor roda dua honda beat warna hitam tanpa plat yang digunakan tersangka HN sebagai alat kejahatan.

Kapolsek Semaka Iptu Heri Yulianto mengungkapkan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan pada 8 Agustus 2020 atas nama korbannya Prawito (38) warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus.

“Berdasarkan penyelidikan laporan korban, sepeda dayung tersebut dapat teridentifikasi dikuasi penadah. Sehingga keduanya berhasil ditangkap tanpa perlawanan kemarin, Selasa (25/8/2020),” jelas Iptu Heri Yulianto mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya SIK, Rabu (26/8/2020).

Dikatakannya, kronologis kejadian berdasarkan keterangan korban bahwa pada Sabtu 08 Agustus 2020 sekitar pukul 17.50 WIB ia mengalami kehilangan sepeda dayung seharga Rp3 juta yang diletakkan digarasi rumah korban dalam keadaan terkunci.

“Saat korban hendak persiapan sholat magrib, tidak lagi mendapati sepeda dayung starmon yang diletakan di garasi sehingga ia melapor ke Polsek Semaka sebab mengalami kerugian senilai Rp3 juta,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, tersangka HN merupakan resedivis atas dua kali pencurian burung berkicau di wilayah Talang Padang dan wilayah Semaka.

“Tersangka HN dua kali masuk penjara, terkait dua kali pencurian burung berkicau di wilayah hukum Polres Tanggamus,” imbuhnya.

Saat ini kedua tersangka dan barang bukti ditahan di Polsek Semaka guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, tersangka Hendri dijerat pasal 363 KUHPidana ancaman maksimal 7 tahun dan Solihin dijerat pasal 480 KUHPidana ancaman 4 tahun,” pungkasnya.

Dalam penuturannya kepada penyidik, tersangka HN mengakui bahwa pencurian dilakukannya seorang diri dengan masuk ke garasi rumah korban, setelah melihat sepeda itu langsung dibawa menggunakan motornya.

“Datang ke TKP bawa motor, setelah mendapatkan sepeda itu dibawa menggunakan sepeda motor ke BNS, lalu dijual,” ujarnya.

Lanjutnya, atas hasil penjualan sepeda itu tersangka mengaku mendapat uang Rp300 ribu dan sudah habis dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dijual 300 ribu ke SH dan uangnya sudah habis,” tutupnya. (Andi/rls)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkab - DPRD Tubaba Sepakat Perubahan KUA-PPAS APBD-P 2020

Rab Agu 26 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]