views

Pemkab Tanggamus Lakukan Vicon Evaluasi SAKIP dengan Menpan-RB

HEADLINELAMPUNG, TANGGAMUS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalui Bidang Organisasi Sekretariat Daerah melaksanakan Video Conference (Vicon) secara Virtual dengan Menpan RB Pusat, terkait pemaparan program evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan evaluasi RB Reformasi Birokrasi (RB) di ruang rapat utama pemkab setempat, Selasa (25/8/2020).

Kegiatan Vicon secara Virtual dengan
mengikuti protokol kesehatan tersebut, dihadiri Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani, Wakil Bupati AM. Syafi’i, Sekretaris Daerah, Hamid Heriansyah Lubis, Staf Ahli Bupati, Para Asisten, serta Para OPD Terkait.

Bupati Dewi mengatakan, hasil dari paparan dengan Menpan RB melalui Vicon secara virtual, dalam rangka evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja Pemkab Tanggamus, dan birokrasi yang dijalankan.

“Mudah-mudahan, ada perbaikan dibandingkan tahun yang lalu. Karena, tahun lalu kita masih kategori B, dan tahun ini kalaupun tetap B, namun jumlah nilai yang meningkat. Kalau bisa tahun ini, bisa mencapai katagori BB,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, yang lebih penting adalah SAKIP dan urgen-nya memiliki peran yang sangat strategis dengan maksimal, dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Kemudian, kata Dewi, bagaimana dapat meningkatkan pelaksanaan pemerintah, dan lebih baik dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sekali lagi ini, menjadi forum dan peluang bagi jajaran OPD di Tanggamus, khususnya untuk menerima masukan evaluasi dan bisa melakukan implementasi yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu Sekdakab Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis menambahkan, terkait evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian PAN-RB ada dua hal yang sangat menguntungkan yakni, diberikan pencerahan bimbingan bagaimana pelayanan ini semakin baik dan diterima semakin baik juga oleh masyarakat, dan apabila mendapatkan nilai B di satu sisi akan mendapatkan dana intensif daerah.

Menurut Ia, yang menjadi koreksi dan menjadi penilaian utama, adalah jangan sampai setiap program tidak berhubungan dengan program-program OPD lainnya.

“Terkait masalah Covid-19, sudah menjadi penekanan juga bagaimana refocusing itu benar-benar diperuntukkan, dan manfaatnya dapat dicapai sesuai dengan yang diinginkan pemerintah yaitu, memutus penularan ataupun pandemi dari Covid-19,” pungkasnya. (Andi/rls)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Update Kasus Covid-19 Lampung 26 Agustus 2020: Konfirmasi Positif Corona Bertambah Dua Orang, Suspek Empat, Sembuh Tiga

Rab Agu 26 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]