views

Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Pengedar Sabu

HEADLINELAMPUNG, TANGGAMUS-Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus berhasil membekuk tersangka pengedar sabu-sabu bernama Alek (30) asal Pekon Belu, Kecamatan Kotaagung Barat, karena diduga mengedarkan narkoba jenis sabu.

Kasatres Narkoba Polres Tanggamus AKP I Made Indra Wijaya mengatakan, pengungkapan peredaran serbuk metamfetamin tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah karena di rumah tersangka diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba.

“Informasi itu segera kami tindaklanjuti. Lalu tadi pagi, Selasa (1/9/2020) kami melakukan penangkapan pada tersangka di rumahnya,” kata AKP I Made Indra Wijaya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Menurut Ia, selain membekuk tersangka petugas juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka, dari penggeledahan ditemukan beberapa barang bukti yang memberatkan dugaan tindak pidana pada tersangka.

“Barang bukti yang kami temukan, 4 plastik klip bening berisi sabu-sabu seberat 1,36 gram,” ujarnya.

Kemudian, lanjut AKP I Made, barang bukti lainya adalah 1 butir pil berwarna hijau yang diduga ekstasi berlogo S, 3 buah plastik klip ukuran sedang bekas pakai, 4 buah plastik klip ukuran besar bekas pakai, 1 unit handphone warna hitam, dan 1 bilah senjata tajam jenis celurit.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat lasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman minimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara, dalam keterangan tersangka mengaku membeli sabu-sabu dan pil ekstasi dari wilayah Kotaagung.

Sebelum tertangkap, tersangka baru membeli sabu-sabu sebanyak 2 gram dengan harga Rp3,4 juta.

“Dari 2 gram sabu saya pecah-pecah lagi jadi Harga Rp200 ribu 8 paket, Rp150 ribu 10 paket, Rp100 ribu 5 paket, Rp 300 ribu 2 paket.

Dari sekian itu, yang belum sempat terjual masih 1,36 gram dalam bentuk paket Rp200 ribu 3 paket dan Rp150 ribu 1 paket,” kata tersangka.

Menurut tersangka pelanggannya dari kalangan dewasa, umumnya berasal dari wilayah Kecamatan Wonosobo dan Bandar Negeri Semuong (BNS).

Menurut tersangka, para pelanggan ada yang datang langsung ke rumahnya, ada juga yang minta sabu-sabunya diantarkan. “Dalam seminggu, biasanya omzet saya Rp700 ribu,” imbuhnya.

Ia menambahkan adanya barang bukti sisa pil ekstasi, Alx pun mengakui, pil warna hijau berlogo S itu dibelinya dari wilayah Kotaagung. “Kalau pil ekstasinya, itu untuk saya pakai sendiri,” tutupnya.(Andi/rls)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pringsewu Jadi Sentral Ikan Tawar di Lampung

Sel Sep 1 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]