views

Tahun Depan, Pemkab Lampung Barat Fokus Pembinaan Pelaku UMKM

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Lampung Barat (Lambar), tahun depan fokus melakukan pembinaan pada pelaku UMKM yang ada di kabupaten tersebut.

Pelaku UMKM dinilai salah satu yang patut diselamatkan dari resesi kuartal III tahun 2020 guna membangkitkan perekonomian dari krisis akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kabid Pasar, pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lambar, Salafudin, mendampingi Kepala Dinas Koperindag, Yudha Setiawan, mengatakan, prioritas Pemkab Lambar tahun depan yakni pembinaan pada pelaku UMKM, sedangkan untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Pasar tahun 2021 ditiadakan.

“Untuk DAK Penugasan Pasar di tahun 2021 ditiadakan, itu semua dikarenakan adanya Covid-19, pembangunan dan pemeliharaan itu ditiadakan, dari 10 pasar yang ada di bawah pengelolaan pemerintah daerah semuanya masih membutuhkan pembangunan,” ungkapnya, Selasa (8/9/2020).

Salafudin menjelaskan, sarana pendukung seperti Tempat Pembuangan Sampah (TPS), gerobak sampah, dan lainnya, masih minim di pasar-pasar yang ada, namun pengadaan terpaksa tertunda, karena memang arah kebijakan dari pemerintah pusat tahun 2021 tidak kesana.

“Kemungkinan jika nanti di tahun 2022 sudah pulih baru kita bisa kembali fokus ke pembangunan dan pemeliharaan pasar yang ada,” jelasnya.

Senada dengan yang disampaikan Salafudin, Kepala Bidang Industri, Selamat Riyadi juga mengatakan, tahun 2021 difokuskan ke pembinaan UMKM, bentuk pembinaan yang dilakukan yakni pembinaan rutin yang dilakukan tenaga PPL, seperti dalam bentuk pelatihan-pelatihan, pengemasan, pengolahan, pemasaran seperti bagaimana memanfaatkan media sosial atau internet untuk kepentingan pemasaran.

“Meskipun dengan adanya Covid-19 membuat omset Pelaku UMKM menurun hingga 50 persen, namun antusias masyarakat untuk menjadi pelaku UMKM lumayan tinggi.

“Data tahun 2018 sekitar 700 IKM yang terdiri dari perorangan maupun kelompok yang bergerak di beberapa bidang usaha, dan yang paling banyak bergerak dibidang usaha kopi bubuk,” ujarnya.

Masih menurut Selamat, untuk perkembangan jumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sekitar 5 persen pertahun.

“Baru-baru ini pemerintah memberikan pelatihan pengetahuan tentang marketplace yang juga dilakukan oleh bidang koperasi, kenapa pemerintah daerah saat ini fokus melakukan Pembinaan, karena diharapkan pelaku UMKM salah satu yang bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peduli Masa Depan Daerah dan Generasi, Pemkab Lampung Utara segera Bentuk BNNK

Sel Sep 8 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]