views

Pandemi Covid-19, Target Pendapatan Lamteng Berkurang Rp252,47 M

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Kesadaran masyarakat lemah dalam menerapkan protokol kesehatan. Akibatanya, terjadi lonjakan masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 dan berdampak pada penurunan pendapatan daerah.

Hal itu terungkap pada rapat Paripurna
Kesepakatan Bersama Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), Perubahan APBD tahun 2020 yang digelar DPRD Lampung Tengah (Lamteng), Senin (14/2020).

Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto menyampaikan bahwa ditengah pandemi Covid-19 saat ini, target pendapatan daerah berkurang 9,32 persen atau Rp252,47 miliar lebih dari Rp2,70 triliun lebih menjadi Rp2,45 triliun lebih.

Ia mengatakan, lonjakan masyarakat terkonfirmasi Covid-19 pada gelombang kedua setelah diterapkannya new normal life atau tatanan kehidupan baru sangat mengkhawatirkan. Ini dikarenakan penerapan protokol kesehatan di masyarakat sangat rendah.

Untuk itu, Loekman mengaku Pemkab Lamteng tidak bisa bekerja sendiri, namun perlu bantuan legislatif dan semua elemen.

“Pemda tidak bisa bekerja sendiri, jadi kami harap anggota legislatif dan semua elemen masyarakat dapat bersama-sama menyampaikan kepada konstituennya dalam menangkal Covid-19,” terangnya.

Bupati mengatakan, terkait dengan anggaran untuk pencegahan gelombang kedua Covid-19, harus dipikirkan bersama.

“Kita punya anggaran untuk pencegahan digelombang pertama. Saat ini kita cari solusi pembiayaan penanganan. Karena Gugus tugas tetap jalan hingga tingkat RT. Untuk itu harus ada penyesuaian anggaran Covid-19. Karena ada pengurangan belanja langsung dan tidak langsung,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ada pihak luar yang ikut dalam penanganan Covid-19 yakni, Rumah Sakit Harapan Bunda dan Hotel Bunda. Pemiliknya akan memberikan sumbangsih untuk karantina awal masyarakat yang tertular Covid-19.

“Rumah Sakit Harapan Bunda dan Hotel Bunda sudah memberikan ijin. Tadi pagi pemiliknya menyampaikan bisa digunakan untuk tempat karantina Covid-19,” ungkap bupati.

Sementara pasca meninggalnya salah seorang PNS dilingkungan DPKAD Lamteng, yang diduga rapid testnya reaktif.

Sejumlah pegawai memilih meliburkan diri sambil menunggu hasil swab PNS yamg meninggal tersebut di umumkan.

Dari pantau Headlinelampung, tim Gugus tugas dari BPBD Lamteng, melakukan penyemprotan cairan disenfektan diseluruh ruangan dan halaman seputaran kantor DPKAD.(Gunawan)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Buka Partai Final Sepakbola Mini, Ini Pesan Anna Morinda

Sen Sep 14 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]