views

Ketua DPRD Lamteng Siap Mengawal Anggaran Penanganan Covid-19

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Tim Gugus Tugas harus tetap bertugas, untuk penanganan dan memutus penyebaran Covid-19 yang kian masief. Bagi warga yang akan berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Plaza Bandarjaya, wajib menggunakan masker.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto.

Menurutnya, tim Gugus tugas penanganan Covid-19, harus diaktifkan kembali.

“Gugus Tugas hingga tingkat RT harus diaktifkan kembali. Karena, kondisi semakin gawat, sedangkan, uang nggak ada. Padahal m, semua kegiatan harus kita yang membiayai,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pasein Covid-19 ), Loekman mengatakan m, Hotel Bunda Bandarjaya bisa dipergunakan sebagai tempat karantina Covid-19.

“Antisipasi lonjakan pasien Covid-19, Hotel Bunda bisa digunakan sebagai tempat karantina. Sebab, kemampuan ruang isolasi RSUD DSR hanya bisa menampung 14 orang,” ujarnya.

Loekman menegaskan, terjadinya lonjakan Covid19 harus diakui karena disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan sangat rendah.

“Tidak bisa lagi karantina mandiri. Siapa pun yang terpapar Covid-19 harus dijemput untuk di karantina. Siapa yang tahan 14 hari di karantina nggak keluar-keluar rumah. Karena, satu orang yang terjangkit berpotensi penyebarannya bisa 10 orang. Kita nyatakan status darurat Covid-19,” tegasnya.

Terkait lonjakan angka kasus positif covid di Kabupaten Lamteng, Loekman mengatakan Masjid Istiqlal dan Pasar Bandarjaya, harus dijaga ketat oleh Satpol PP yang berkoordinasi dengan TNI-Polri.

Menurutnya, potensi penyebaran Covid-19 di Pasar Bandarjaya dan Masjid Istiqlal harus segera diantisipasi. Satpol PP koordinasi dengan TNI-Polri. Bagi yang tak mengenakan masker dilarang masuk.

” Begitu juga perkantoran-perkantoran. Sosialisasi secara masif harus dilakukan oleh seluruh kepala OPD, camat, lurah, dan kepala kampung agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan,” tegasnya.

Bupati Loekman memerintahkan agar portal-portal di jalan keluar-masuk kampung, harus kembali diperketat.

“Perketat kembali jalan keluar-masuk kampung. Jangan sampai warga dari luar daerah masuk membawa virus Covid-19. Pesta pernikahan ditiadakan, dan hanya akad nikah yang tetap menggunakan protokol kesehatan,” tandasnya.

Kemudian lanjutnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka disetop dan kembali daring. Untuk memutus penyebaran Covid-19 kata Loekman kita semua harus satu suara.

“Jangan ada kesepakatan dengan wali murid KBM tatap muka yang menimbulkan kecemburuan sosial. Ini demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Secara tegas Ketua DPRD Lamteng, Sumarsono mengatakan, penanganan Covid-19 harus disikapi bersama karena status darurat.

Bahkan Sumarsono mengatakan, siap mengawal masalah anggaran penanganan Covid-19.

“Saya siap kawal anggaran penangan Covid19. Saya pesan, jangan ada main-main demgan anggaran dan gunakan secara proporsional,” tegasnya.

Terkait Hotel Bunda yang rencananya akan dijadikan ruang isolasi. Menurut Sumarsono, perlu dipikirkan ulang karena letaknya yang berada di pusat keramaian. Sebagai alternatif ada Badiklat di Kotagajah. (Gunawan)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pembangunan Taman Kota Liwa Lampung Barat Hamburkan Uang Negara?

Sel Sep 15 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]