views

JPU Tuntut Mati Pemilik 571 Paket Daun Ganja

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah menuntut mati dua terdakwa pemilik 571 paket daun ganja, atau berkisar Rp1,7 miliar pada tuntutan, yang digelar secara daring, Rabu (23/9/2020).

Mendengar tuntutan mati JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsugih tersebut, kedua terdakwa terlihat pucat, lesu dan menangis.

Kedua JPU Kejari Gunungsugih yakni, M Marwan Jaya Putra, dan Muhamad Kemal Pasha, tetap pada tuntutannya yakni menuntut mati kedua terdakwa.

Kedua terdakwa mengakui perbuatannya. Bahkan, kepada JPU Rudi Hartono, menceritakan kondisi keluarganya saat ini.

Ia menjadi orang tua tunggal dari putrinya, karena istrinya meninggal dunia pada tahun 2012, akibat kecelakaan lalu lintas.

“Mohon keringanan tuntutannya yang mulia. Karena, saya masih punya anak. Sementara istri telah meninggal dunia. Saat ini anak diasuh orang tua saya,” harapnya.

Terkait pemintaan keringanan tuntutan, JPU mengatakan tetap pada tuntutan mereka. “Kami tetap pada tuntutan. Yakni tuntutan mati,” tegas Marwan.

Untuk diketahui, Selasa (25/2/2020) lalu BNN telah mengamankan satu unit mobil boks yang diduga membawa 571 bungkus dengan berat 599,639 Kg daun ganja beserta seorang pengemudi RN (33), di Kampung Bandaragung Kecamatan Terusanunyai Kabupaten Lamteng.

Kemudian, dari hasil pengembangan BNN mendapati nama seorang Napi HDT (38), penghuni Lapas di Kota Tangerang, Provinsi Banten, dan langsung diamankan BNN.

HDT, merupakan tahanan yang tengah menjalani hukuman, disalah satu Lapas Kota Tanggerang, berperan sebagai pengedar beserta otak dari jaringan peredaran narkotika.

Ditangkapnya, satu unit mobil boks yang diduga membawa narkotika jenis daun ganja di Kabupaten Lamteng, bermula saat mobil tersebut mengalami kerusakan, lalu diderek ke salah satu bengkel.

Mobil boks tersebut, memang sudah dipantau oleh BNN. Kemudian, setelah mendengar mobil itu berada disalah satu bengkel, BNN langsung melakukan penangkapan terhadap supir (Roni) dan membongkar isi mobil boks tersebut.

Terdakwa HDT, merupakan otak bisnis narkotika yang masih menjalani masa tahanan di Lapas Kota Tanggerang.

Ia mengendalikan peredaran narkotika, dari dalam penjara. Saat ini, baru menjalani masa hukuman 3 tahun dari vonis 7 tahun. (gun)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Waspada! Siswa SD di Tubaba Nyaris Jadi Korban Penculikan

Rab Sep 23 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]