views

Ini Penelusuran Terkait RSIA Bunda

Headlinelampung.com, Lambar – Terkait adanya keluhan dari beberapa warga yang pernah menjadi pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, yang mengeluhkan tindakan dokter rumah sakit tersebut terlalu cepat menyarankan pasiennya agar seg era di caesar (operasi), SKH-Headline Lampung melakukan penelusuran ke pihak-pihak terkait.

Sebelumnya ZN (41), salah satu warga kecamatan belalau, kabupaten Lampung Barat (Lambar), mengaku menyayangkan tindakan dokter yang langsung menyarankan istrinya nya agar segera dibedah, padahal menurut ZN istrinya masih kuat jika harus menunggu agar kelahirannya normal.

“Waktu itu kita baru satu malam menginap setelah dirujuk dari salah satu bidan, saya lihat istri saya masih kuat kalau harus menunggu agar kelahiran bisa normal, tapi dokternya langsung menyarankan agar segera di caesar,” ungkapnya, sabtu (16/11).

Hal senada diungkapkan, syukron (35) warga kecamatan sukau, juga menceritakan perihal serupa. Senin (25/11)

“Waktu itu umur kehamilan istri saya baru 7 bulan, dibawa ke rumah sakit bunda karena terjadi kontraksi, kata dokter ferdi yang menangani di RS Bunda harus segera di caesar, tapi keluarga tidak setuju, setelah musyawarah keluarga akhirnya istri saya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimudin Umar, dan ternyata menurut dokter erik yang menangani disana malah tidak boleh untuk di caesar, hanya dikasih obat saja, alhamdulillah hingga sekarang kehamilan istri saya masih sehat-sehat saja,” ungkap syukron

Diwaktu yang sama, ibu mertua syukron juga mengatakan bahwa dokter ferdi waktu itu sempat menunjukkan kekesalannya saat mengetahui pasiennya tidak mau untuk dilakukan proses caesar.

“Dokternya marah-marah lo mas karena kita tidak mau di caesar, karena kita tidak mau di caesar dia tidak mau lagi cek kesehatan anak saya, dia cuma suruh perawatnya yang liatin anak saya,” ungkapnya kesal

Menindaklanjuti hal tersebut, reporter SKH Headline Lampung mendatangi rumah sakit yang berada di kelurahan way mengaku, kecamatan Balik bukit, kabupaten Lambar ini dan bertemu langsung direktur utama (Dirut) rumah sakit tersebut Yusmalasari, S.Si dan bertanya “apakah benar jika melahirkan di RSIA Bunda pasti di Caesar ?”

Menjawab pertanyaan seputar masalah caesar ini, Yusmalasari atau yang akrab disapa bunda ini mengatakan, bahwa semua tindakan Caesar yang dilakukan oleh dokter di RSIA Bunda sudah barang tentu akan mengacu kepada indikasi medis dan prosedur yang telah ditetapkan rumah sakit yang ditujukan untuk kepentingan keselamatan ibu dan atau calon bayi (terutama jika pasien datang dengan kondisi yang darurat).

“Rumah sakit RSIA Bunda ini kan rumah sakit tipe C, dimana pasien yang masuk disini kebanyakan adalah rujukan dari puskesmas, pustu, atau rujukan dari bidan-bidan yang memang dirujuk karena sudah masuk kategori darurat, untuk itulah kenapa kebanyakan pasien yang melahirkan di RSIA ini adalah dengan cara caesar,” jelas bunda.

Kendatipun demikian, menurut bunda, dalam menangani persalinan, semua dokter kandungan pun berharap sebisa mungkin proses persalinan berlangsung normal. Akan tetapi jika dalam pemeriksaan didapatkan adanya indikasi caesar maka dokter kandungan akan menginformasikan ke pasien dan keluarga terlebih dulu. Tindakan Caesar akan dilakukan jika telah mendapat persetujuan.

Menyikapi adanya keluhan yang dikemukakan pasien tentang “dokter kesal dan marah-marah”, bunda meragukan hal tersebut , namun tetap menghargai persepsi pasien tersebut. Masih menurut bunda “Semua persalinan tetap diupayakan normal jika tidak ada kontraindikasi, di bulan kemarin saja (oktober) tercatat ada 28 pasien yang dirujuk kesini kita bantu melahirkan secara normal,” ungkapnya

Disinggung terkait adanya keuntungan dari pasien yang menggunakan BPJS, bunda Yusmalasari mengatakan jika rumor tersebut tidak benar. Menurutnya dokter kandungan atau rumah sakit tidak akan melayani jika ada pasien pengguna BPJS yang ingin bersalin dengan cara caesar tapi tidak ada indikasi karena disamping menyalahi aturan pihak BPJS itu sendiri, juga tidak sesuai dengan indikasi medis dan prosedur yang telah ditetapkan pihak rumah sakit.

“jadi semua proses yang kita jalani selama ini sudah sesuai prosedur, pasien yang melahirkan secara caesar ini adalah pasien yang memang memiliki indikasi medis, yang jika tidak segera kita lakukan pembedahan akan berdampak bahaya bagi ibu dan calon bayi,” tegas bunda.

Berdasarkan hasil Rekapitulasi Penilaian Walk Talk Audit (WTA) Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Kotabumi Lampung Utara terkait pelayanan terbaik yang diberikan kepada pasien dari Bulan Januari – September 2019, RSIA Bunda Liwa memperolah nilai 100 dengan rincian sebagai berikut:
WTA Rawat Jalan : 100
WAY Rawat Inap : 100

Data persalinan rata-rata RSIA Bunda Liwa per bulan nya adalah:
Lahir SC : 40 Pasien
Lahir Normal : 20 – 30 Pasien
Berdasarkan data 21 Agustus 2019 Dr Ferdy sudah tidak lag menjadi Dokter di RSIA Bunda Liwa. (hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Winarti Beri Kado Khusus untuk Guru di Acara Apel Besar Guru dan Guru Bersholawat

Rab Nov 27 , 2019
Headlinelampung.com, […]