views

CV. Gema 21 Diduga Kangkangi UU, Disnaker Berikan Ultimatum

Headlinelampung.com, Bandar Lampung – Prihatin, pembangunan dan rehabilitasi Anjungan Lampung Timur di Bandar Lampung yang berada di pusat kegiatan olahraga (PKOR) Way Halim. Nampaknya tidak sesuai harapan. Pasalnya para pekerja mengabaikan keamanan, keselamatan kerja (K3).

CV Gema 21 yang mengerjakan pembangunan dengan biaya pembangunan sebesar Rp4 miliar lebih, para pekerja mengabaikan keamanan, keselamatan kerja (K3) dan mengangkangi UU No.2 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi.

Tentu hal ini disebabkan ketidakporfesionalan rekanan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan pengerjaan.

Tidak profesionalnya rekanan yakni perusaan yang beralamat di Jalan. Kedondong Nomor 303, RT/RW 028/010 Kelurahan Yosomulyo, Kota Metro, Lampung dapat dilihat dari banyaknya pekerja di lokasi yang mengabaikan K3, sesuai undang-undang no 2 tentang jasa kontruksi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, mayoritas pekerja tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak memakai helem, tidak menggunakan sepatu pengaman, tidak menggunakan masker dan penutup telinga, yang tentu sangat membahayakan.

Ketidakprofesionalan rekanan tersebut harus mendapatkan sanksi tegas. Kontraktor yang lalai dalam K3 dan mengabaikan SOP (prosedur operasi standar), bahkan hingga mengakibatkan kecelakaan kerja, harus dikenakan denda administratif sesuai UU Jasa Konstruksi.

Dimana pasal 96 UU Jasa Konstruksi menyatakan, setiap penyedia jasa dan/atau pengguna jasa yang tidak memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat 1 dikenai sanksi administrative. Dimana PPK selaku pejabat berwewenang harus tegas.

Jangan Lembek, sebab dia merupakan perpanjangan tangan negara. Jika PPK Lembek, patut diduga dia telah mendapatkan sesuatu dari rekanan. Beri sanksi. Bila perlu PPK merekomendasikan perusahaan bersangkutan ke Asosiasi agar SBU, SKT, SKA dan lainnya dicabut. Agar ada efek jera.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Provinsi Lampung Lukmansyah akan melakukan monitoring pekerjaan pembangunan anjungan di Lampung Timur.

“Nanti saya minta pengawas cek dulu,” demikiam kata Lukman, Senin (2/12/2019).

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Timur. (Tim)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kemenhub Cek Kendaraan Bus Puspa Jaya Dalam Rangka Menyambut Nataru

Sen Des 2 , 2019
Headlinelampung.com, […]