views

Kembali Berulah, Residivis Curanmor Ditangkap Polsek Talang Padang

HEADLINELAMPUNG, TANGGAMUS-Royani alias Icun (31), seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) harus kembali berurusan dengan aparat kepolisian.

Royani warga Pekon Kejayaan, Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus itu, ditangkap Kepolisian sektor (Polsek) Talang Padang, karena diduga melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat).

Selain menangkap Royani, polisi juga membekuk pelaku Wilyan Fernando (25), yang diduga sebagai penadah atau pembeli barang hasil curat tersebut.

Dalam penangkapan itu, terungkap ternyata tersangka Royani alias Icun adalah, Napi asimilasi dalam perkara Curanmor Yamaha Vega-R senilai Rp4,5 juta milik korbanya Sulaiman pada 4 Juli 2018 di Pekon Negeriagung Kecamatan Talang Padang.

Atas perkara itu, Royani divonis 3 tahun penjara, lalu menjali hukuman selama 2 tahun. Kemudian mengikuti program asimilasi dan bebas pada 6 bulan lalu.

Kapolsek Talang, AKP Sarwani mengungkapkan, tersangka Royani dan Wilyan Firnando ditangkap atas pelaporan pada 30 September tahun 2020 lalu, atas nama korban Nurbaiti (38), warga Pekon Darusalam, Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus.

“Kedua tersangka ditangkap ditempat berbeda,” ujar AKP Sarwani mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya SIK, Kamis (22/10/2020).

Dijelaskan AKP Sarwani, penangkapan bermula penyelidikan atas informasi masyarakat bahwa tersangka Wilyan Fernando warga Pekon Bandingagung, Kecamatan Talang Padang sedang mengusai handphone diduga hasil kejahatan.

Kemudian, berdasarkan pengakuan tersangka Wilyan, diketahui bahwa handphone tersebut didapatkan hasil membeli dari tersangka Royani. Kemudian, tim bergerak ke rumah tersangka dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan.

“Penangkapan dimulai dari tersangka Wilyan selaku penadahan, yang membeli handphone hasil curian itu dari tesangka Royani,” imbuhnya.

Menurut AKP Sarwani, tersangka Wilyan mengaku membeli handphone seharga Rp400 ribu, dimana antara kedua tersangka saling mengenal karena memang berteman.

“Tersangka Wilyan membeli seharga Rp400 ribu, sekitar sebulan lalu kepada tersangka Royani,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolsek, kronologis pencurian dilakukan Royani yakni pada 15 September 2020 sekitar pukul 05.00 Wib di kediaman korban Nurbaiti di Pekon Darusalam, Kecamatan Gunung Alip.

“Korban Nurbaiti mengetahui, handphone hilang saat bangun hendak melaksanakan sholat subuh, mencarger handphone tersebut di depan tv ruang tengah, lalu korban setelah melaksanakan sholat mendengar suara mencurigakan sehingga mengecek handphone tersebut namun sudah tidak ada di tempatnya semula.

Kemudian, lanjut Kapolsek, korban
melihat jendela kamar sebelah kanan ruang tengah telah terbuka, setelah itu membagunkan suami dan berusaha mengejar namun pelaku tidak di temukan.

“Atas pencurian tersebut korban mengalami kerugian handphone oppo A5S warna biru silver senilai Rp1,5 juta dan melapor ke Polsek Talang Padang,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, saat ini kedua tersangka berikut barang bukti handphone Oppo A5S ditahan di Mapolsek Talang Padang guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, tersangka Royani dijerat pasal 363 KUHPidana, ancaman 7 tahun penjara. Sementara terhadap Wilyan dipersangkakan pasal 480 KUHPidana ancaman 4 tahun,” pungkasnya.(Andi/rls)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Chrisna Buka FGD Penambangan Emas di Pesisir Barat

Kam Okt 22 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]