views

Bawaslu Lampung Tengah Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Kampanye Wali Kota Metro

HEADLINE LAMPUNG, LAMPUNG TENGAH – Dinilai unsur pidana tidak terpenuhi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menghentikan penyelidikan dugaan kampanye Wali Kota Metro, Achmad Pairin.

Penghentian penyelidikan terhadap Pairin merupakan hasil pembahasan kedua oleh Sentra Gakkumdu.

Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Lamteng, Harmono.

Dikatakannya, Sentra Gakkumdu telah melakukan pembahasan kedua.

Menurut Harmono, Bawaslu telah melakukan pembahasan kedua, dengan meminta keterangan dari saksi ahli.

“Kita juga sudah melakukan klarifikasi dengan meminta keterangan dari Ahli Hukum Pidana Eddy Rifa’i dan Ahli Hukum Tata Negara Boediono,” ujarya, Selasa (27/10/2020).

Dari hasil pembahasan kedua tersebut, lanjut Harmono, unsur materil pidananya tidak terpenuhi.

Begitu juga keterangan ahli yang menyampaikan seperti itu.

“Jadi tidak bisa dinaikkan ke penyidikan, baik dari kejaksaan dan kepolisian,” jelas Harmono.

Terkait sembilan kepala kampung (Kakam) yang diduga terlibat kampanye, Bawaslu Lamteng hanya memberikan surat peringatan dan juga tidak naik ke penyidikan.

“Kami ambil langkah supaya Kakam tidak semau-maunya,” ujarnya.

Untuk itu, kata Harmono pihaknya merekomendasikan ke Pemkab Lamteng dan Inspektorat, terkait 9 Kakam tersebut, untuk diambil tindakan. Jika tidak, ni akan bahaya,” imbuhnya.

Harmono menjelaskan, menyangkut hasil temuan dugaan keterlibatan aparatur kampung lainya dalam kampanye dan ASN yang membagikan sembako, penyidikanya juga dihentikan. Karena, tak memenuhi unsur kampanye.

“Seperti keterlibatan aparatur kampung di Kampung Karangjawa, Kecamatan Anakratu Aji. Kampung Sidodadi, Kecamatan Bandarsubaya. Begitu juga perawat yang berstatus ASN di Puskesmas Kalirejo,” jelasnya.

Sebelumnya, Walikota Metro A. Pairin diperiksa Bawaslu Kabupaten Lamteng, Senin (19/10/2020), untuk mengklarifikasi dugaan kampanye.

Pairin dimintai keterangan sekitar 1,5 jam mulai pukul 11.00-12.30 WIB terkait dugaan kampanye yang dilakukannya dengan berfoto dua jari.

Kepada awak media Pairin menjelaskan, dirinya dipanggil Bawaslu Lamteng, lantaran bertemu salah satu Kakam.

Pairin mengaku Kakam tersebut, memang teman dekatnya. Dan, bertemu namun di rumah itu banyak anak buah Kakam.

“Terus, anak buah Pak Kakam merangkul-rangkul saya. Setelah itu diajak foto-foto (mengacungkan simbol dua jari, Red). Diajak begini, Pak. Begini, Pak. Anak-anak itu yang ngomong. Tapi, saya nggak ngeh. Makanya saya dipanggil Bawaslu Lamteng untuk diklarifikasi,” ungkapnya. (Gunawan)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dua Hari Pelaksanaan Masuk Bandar Lampung Harus Rapid Test, 16 Orang Reaktif Covid-19

Sel Okt 27 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]