Cegah Cluster Baru Covid-19, Polsek Padangratu Hentikan Hiburan Organ Tunggal

6

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Dalam Rangka mencegah penyebaran, dan timbulnya cluster baru Covid-19, Polsek Padangratu Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) hentikan hiburan Orgen Tunggal di acara syukuran aqiqah, Senin (23/11/2020).

Hiburan Orgen Tunggal tersebut, diunggah oleh sejumlah warga secara live di media sosial (Medsos) sehingga memancing sejumlah komentar para netizen.

Karena Orgen Tunggal viral di Medsos, Kapolsek Padangratu Kabupaten Lamteng memerintahkan anggotanya agar menghentikan hiburan tersebut, demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Padangratu Kompol Muslikh mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro.

BACA JUGA:  Pencuri Ponsel Diringkus Petugas Polsek Blambangan Umpu Way Kanan

Kapolsek mengatakan setelah acara hiburan Tunggal Viral Di Medsos, dan meresahkan masyarakat maka pihaknya mendatangi
Dusun 4 Kampung Mulyo Haji Kecamatan Anak Tuha Lampung Tengah.

“Ternyata benar akan melaksanakan acara Aqiqah (syukuran anak) yang baru lahir. Dan sebelum acara Haqiqah, para undangan dihibur dengan Orgen Tunggal,” jelasnya.

Kedatangan personil dari Polsek Padangratu, kata Kompol Muslikh, untuk mengimbau, syaiful hajat WH alias tuan rumah untuk tidak menggelar acara hiburan Orgen Tunggal. Karena, saat ini masih masa pandemi Covid-19.

“Hiburan orgen tunggal tersebut, mengakibatkan timbulnya kerumunan masa,” tegas Kapolsek.

BACA JUGA:  Polres Tuba Gerebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Sabu

Imbau yang disampaikan Personil Polsek Padangratu, dapat di pahamo oleh tuan rumah WH, dan sepakat acara orgen tunggal, ditiadakan sementara aqiqah (syukuran bayi), tetap berlangsung dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Tuan rumah dan undangan wajib menerapkan 3 M+1T yakni, rajin mecuci tangan dengan sabun diair mengalir, atau menggunakan handsanitizer. Selalu menggunakan masker, jika keluar rumah menjaga jarak aman 1 sampai 2 meter (physical distancing) serta tidak berkerumun (social distance), dalam menghadapi tatanan baru (New normal Life) Covid 19. (Gunawan)