Polsek Terusannunyai Amakan Pelaku dan Penadah Barang Curian

11

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Selain berhasil membekuk pelaku kejahatan, Polsek Terusannunyai, juga sukses mengamankan penadah barang hasil kejahatan.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Terusanunyai IPTU Santoso, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro.

Menurut IPTU Santoso pihaknya selain berhasil menggulung para pelaku pencurian juga mampu membekuk penadah barang hasil curian yakni

WD (29) seorang buruh, warga Bumiraharja, Kecamatan Abungsurakarta, Kabupaten Lampung Utara,, Selasa (12/1/2021).

IPTU Santoso mengatakan ditangkapnya WD, meruapakan hasil pengembangan penyidikan terhadap tersangka HRM warga Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusannunyai.

HRM, sendiri ditangkap karena disinyalir sebagai pelaku sejumlah aksi kejahatan di Lamteng.

BACA JUGA:  Bawa Sabu, Dua Pria dan Wanita Cantik Ditangkap Polisi Lampung Utara

“HRM telah ditangkap sebelumnya, karena melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, di rumah milik Zaka Nur Sodik, yang juga merupakan warga Kampung Gunungagung, ” jelasnya.

Dari hasil pengembangan pendidikan terhadap HRM, kelaur nama WD orang yang diduga menjadi penadah hasil kejahatan.

“Sebelum melakukan penangkapan terhadap WD, kami telah menangkap HN, terlebih dahulu,” terangnya.

Kapolsek menjelaskan HRM, ketika melakukan aksi pencurian dirumah Zaka Nur Sodik, berhasil menjarah barang berupa satu unit sepeda motor New Mega Pro, Handphone merk Realme C2 warna hitam, satu unit Tablet Merk Advan warna putih. Satu unit Handphone Samsung, dan satu buah tas selempang kalep warna hitam yang berisikan STNK sepeda motor, KTP, ATM, dan kartu BPJS.

BACA JUGA:  Peduli Covid-19, PT GGP Donasikan 32.900 APD ke Pemkab Lamteng

Dsri tangan WD, polisi berhasil menyita satu unit hand phone, yang diduga dibeLinya dsri tersangka HRM.

Saat ini tersangka WD dan barang-bukti di Mapolsek Terusanunyai, guna pengambangan lebih lanjut. WD dijerat menggunakan pasal 480 KUHP, tentang penadahan.

“Kepada pelaku WD, kami terapkan Pasal 480 KUHP dengan ancaman paling lama empat tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (Gunawan)