views

Kebun Raya Liwa (KRL) Sedot Minat Wisatawan Luar Daerah

Headlinelampung, Lampung Barat – Memang tidak bisa di pungkiri lagi, Kebun Raya Liwa (KRL) merupakan salah satu destinasi wisata andalan kabupaten Lampung Barat (Lambar), terbukti ribuan pengunjung yang merupakan wisatawan dari dalam maupun luar daerah memadati lokasi wisata tersebut dalam moment libur tahun baru 2020, Rabu (01/20).

Diketahui wisatawan yang datang tidak hanya dari dalam daerah Lambar saja, namun banyak yang berasal dari luar daerah seperti kabupaten Tulang bawang, Lampung utara, bahkan ada yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel), Bengkulu, dan pulau jawa.

Jasiman, salah satu wisatawan asal bengkulu ini mengatakan, selain berniat mengunjungi salah satu keluarga mereka yang tinggal di lambar, dirinya dan keluarga juga memang penasaran dengan keindahan wisata KRL ini, karena menurut pengakuan jasiman dia dan keluarga mengetahui adanya destinasi wisata KRL tersebut dari berbagai media sosial.

“Saya dan keluarga memang sudah tau dari media sosial tentang adanya KRL ini, makanya kami penasaran, kebetulan juga ada saudara saya yang tinggal di Lambar, jadi selain berkunjung ke saudara kami juga berniat mengunjungi KRL, dan ternyata KRL memang sangat tepat dijadikan salah satu tujuan wisata,” ungkap jasiman

Dilain pihak, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KRL Sukimin mengatakan, untuk jumlah kunjungan diperkirakan mencapai 8.000 orang, selain karena keberadaan KRL berada di pusat kota Liwa, juga Lambar sebagai jalur perlintasan bagi wisatawan yang hendak menuju beberapa lokasi wisata lainnya sehingga banyak wisatawan yang sengaja mampir terlebih dahulu di KRL sebelum atau sesudah berwisata ke Danau Ranau atau pantai Krui.

”Tapi banyak juga wisatawan dari luar daerah bahkan luar provinsi yang memang sengaja berkunjung kesini untuk berwisata, ada dari Palembang, Bengkulu, Jakarta bahkan ada dari Semarang, belum lagi dari kabupaten/kota lainnya di Lampung banyak sekali seperti dari Bandar Lampung, Tulang Bawang, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara dan Way Kanan,” jelas Sukimin

Membludaknya wisatawan yang mengunjungi KRL berpotensi mengakibatkan adanya kerusakan pada fasilitas maupun tanaman yang ada di KRL, untuk mengantisipasi hal tersebut Sukimin mengaku telah menyiagakan sebanyak 22 orang petugas yang disebar di beberapa titik yang rawan kerusakan.

”Tarif masuk ke KRL saat ini belum diterapkan alias masih gratis, masyarakat bisa masuk tanpa harus membayar dan waktu juga tidak dibatasi, sementara untuk fasilitas seperti toilet, musholla dan lainnya sudah tersedia, hanya saja untuk saat ini gazebo masih terbatas,” tambahnya.

Kapolsek Balik Bukit Iptu Samsul Bahri mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Hariyadi, SIK., juga mengatakan, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di KRL, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dengan total jumlah anggota polisi yang diturunkan sebanyak 20 orang.

”Kami telah menurunkan sebanyak 20 personil, ada juga dari Dishub dan Satpol-PP, dan hari ini tentunya kami bertugas dengan maksimal, karena memang area parkir terbatas, sementara jumlah kendaraan mencapai ratusan, belum lagi kami harus menjamin keamanan dan ketertiban wisatawan di dalam arela KRL, dan alhamdulillah situasi berjalan aman dan kondusif,” pungkasnya. (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Islamic Center dan Patung Megow Pak Jadi Primadona Libur Tahun Baru di Tubaba

Rab Jan 1 , 2020
Headlinelampung, […]