views

Antisipasi Banjir, Ketua DPRD Pesawaran : Tingkatkan Anggaran Untuk Normalisasi Sungai

Headlinelampung, Pesawaran – Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran M. Nasir, S.I.kom, menegaskan banjir terjadi di Pesawaran bukan kali pertama terjadi dan kita sama-sama tahu penyebabnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada pemerintah daerah setempat dapat membangun normalisasi Sunagi dan kesadaran masyarakat peduli lingkungan.

“Bicara banjir ini merupakan persoalan pembangunan seperti infrastruktur. Dapat kiranya di tingkatkan melalui anggran-anggran mulai dari kabupaten hingga ke pelosok desa,” ujar Nasir Jumat (3/1/2019) usai menghadiri acara ulang tahun Kementerian Agama di Desa Waylayap Kecamatan Gedong Tataan Pesawaran.

Meskipun di akui calon Bupati Kabupaten Pesawaran periode 2020-2024 Nasir saat ini pemerintah setempat melalui leading sektor yang ada telah membangun normalisasi tetapi sangat minim sehingga masih dapat memungkinkan untuk dilakukan penambahan anggaran.

Sementara itu, Bupati Dendi Ramadhona yang juga bakal calon bupati periode 2020-2024 mengatakan pihaknya saat hanya melakuian kesiapsiagaan bencana datanganya banjir.

Dan telah Normalisasi beberapa titik daerah aliran sungai yang rawan dengan tumpukan sentiment, dan harus urjgen. Untuk itu, kita lakukan persiapan dengan BPBD dan BPBD Provinsi. Melalui rapat, hari ini Jumat (3/1).

Dendi Ramadhona, Bupati Kabupaten Pesawaran, mengatakan ada 9 Kecamatan di Pesawaran yang merupakan rawan bencana banjir.

Termasuk Kecamatan Gedong Tataan, namun hanya sedikit titik rawan banjir. Sedangkan untuk Kecamatan Negri Katon dan Tegineneng zona menengah.

Kesiap siagaan kita telah menyiapkan personil seperti BPBD, Tagana, BPBD, Provinsi, POL.PP, serta akan segera berkordinasi dengan Polres, kodim, Marinir, Angkatan Laut, Rapi, serta komunitas-komunitas lainya.

Namun demikian, lanjut Dendi pihaknya tetap waspada di semua kecamatan yang ada di Pesawaran.

Untuk, siaga kita siapkan perahu karet, mobil tangkap bencana, basarnas. Di daerah laut kita siapkan kapal-kapal basarnas kemudian kapal dari Pol. Air

Selain itu juga, kita telah siapkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat, seperti stok bahan pangan dan kebutuhan lainya sehari-hari.

Menanggapi ada nya dugaan penyebab banjir karna pembalakan liar atau ilegalogong. Dendi, telah berkordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, mengingat di Pesawaran saat ini sudah tidak ada pohon-pohon yang besar, hanya saja sifatnya mitra antara masyarakat dengan petugas pol.hut provinsi.

Kemitraan antara masyarakat dan pol.hut provinsi lampung, merupakan tindakan pencegahan dan tindakan prefentif. Dan kita merefilitasi hulu di bayas telah kita lakukan.

Daerah hulu-hulu yang rusak kita lakukan penanaman lagi. Kita pun akan lakukan pesawaran hijau 1 orang akan menanam pohon sebanyak 35 pohon. ( Agung)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terima Kunjungan Fraksi Partai Nasdem, Gubernur Arinal : Saatnya Pertanian Lampung Bangkit

Jum Jan 3 , 2020
Headlinelampung, […]