views

Lambar Siagakan 655 Relawan Tanggap Bencana

Headlinelampung, Lampung Barat – Musim penghujan yang melanda daerah Lampung Barat sejak Desember lalu menyebabkan terjadinya bencana alam di beberapa titik seperti tanah longsor, pohon tumbang dan air sungai yang meluap.

Seperti diketahui, daerah Lambar dominan dengan perbukitan, sehingga saat musim penghujan sangat riskan terjadi bencana tanah longsor ataupun pohon tumbang, di awal januari ini saja sudah tercatat 7 titik bencana alam yang terjadi.

Sebagai dukungan atas program pemerintah Lambar yang telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten tanggap bencana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Lambar, Gison Sihite mengaku pihaknya akan lebih meningkatkan kualitas tanggap bencana pada diri masyarakat Lambar.

“Kabupaten tangguh bencana itu bukan hanya ketangguhan secara fisik, tapi termasuk juga mitigasi yang ada di masyarakat, atau kesiapan masyarakat dalam menghadapi musibah itu sendiri, seperti contohnya dalam rangka menghadapi musim penghujan ini diharapkan masyarakat berpartisipasi antara lain jangan membuang sampah disaluran air, membersihkan saluran air yang ada di pemukiman mereka, itu salah salah satu upaya kita dalam mewujudkan kabupaten tangguh bencana,” jelas Gison

Sedangkan menurut Gison, dari segi fisik disesuaikan dengan kemampuan daerah dan tergantung dana yang ada, jika ada bencana pihak BPBD akan tanggap dengan langsung datang ke lokasi untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

“Apabila terjadi dampak pada masyarakat, pemerintah daerah telah menyiapkan dana tak terduga, sedangkan pihak BPBD akan menyiapkan makanan siap saji, pakaian dan lainnya,” ungkapnya

Gison juga menambahkan, langkah dalam pembinaan masyarakat ini sendiri berwujud sosialisasi, dan di masing-masing pekon sudah dibentuk 5 orang relawan tanggap bencana, atau total 655 orang relawan tanggap bencana yang ada di 131 pekon, dan hampir separuh dari 655 relawan tersebut sudah diberikan pelatihan, sedangkan sisanya nanti juga akan diberikan pelatihan.

Namun menurut gison, relawan-relawan tersebut baru diberikan pelatihan dan pembinaan saja, sedangkan untuk operasional ataupun honor pihaknya belum bisa mengupayakan kepada pihak pemerintah daerah.

“Diharapkan nantinya ada perbup dalam rangka penyusunan ADD, sehingga bisa membantu relawan-relawan tersebut dengan menggunakan ADD, jadi disamping memberikan pelatihan dan pengetahuan kita bisa menempatkan mereka dengan sumber operasional Dana Desa,” pungkasnya. (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

134 Pejabat Pemkot Metro Dirolling

Sel Jan 7 , 2020
Headlinelampung, […]