views

CV Waymili Wajib Perbaiki Proyek Islamic Center

Headlinelampung, Pesawaran – Kurang baiknya pengerjaan proyek penambahan pilar bagian belakang masjid agung Islamic Center yang dikerjakan CV Way Mili berbuah masalah. Pemenang tender proyek tersebut harus bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan ulang.

Dari pengamatan, bagian dinding yang informasinya terbuat dari baja ringan tidak sesuai dengan RAB. Sehingga terlihat carut marut dan tidak sesuai ketentuan.

Hal itu terungkap saat Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Pesawaran Slamet bersama beberapa orang staf melakukan peninjauan bangunan tambahan pilar masjid agung Islamic Center, Rabu (8/1/2020).

“Nilai kontrak proyek penambahan pilar bagian belakang masjid agung Islamic Center ini, lebih dari 1,4 Milir. Dan pemenang tender CV. Waymili. Kita akan lakukan perbaikan pada bagian yang di duga tidak sesuai dengan ketentuan. Melalui rekanan,” ujar Slamet.

Tak hanya itu saja, ia juga menambahkan ketika pelaksanaan proyek di lakukan oleh rekanan, pihaknya juga telah melakukan pengawasan secara terperinci melalui Dinas.

Pengawasan dilakukan oleh petugas dinas dan konsultan. Yang jelas, kita pastikan pihak rekanan akan memperbaiki pada bagian-bagian perapihan bangunan.

Di beritakan sebelumnya, dapat di pastikan peroyek penambahan pilar bangunan gedung belakang masjid agung islamic center belum dilakukan PHO. Mengingat pekerjaan melewati tahun anggaran, dan pihak rekanan kami beri perpanjangan waktu maksimal 50 hari dari waktu yang tersisa.

Hal itu ditegaskan Zaenal Fikri ST. MM. Kepala Dinas PU.PR Kabupaten Pesawaran. Tak hanya itu saja, pihaknya juga memaparkan meskipun perpanjangan waktu 50 hari, tetapi kita tekankan pada rekanan memanfaatkan waktu sependek mungkin.

“Dengan sisi pekerjaan, yang belum di selesaikan maka kita harapkam sebelum 50 hari pelaksana dapat merampungkan pekerjaan sesuai dengan harapan,” ujar Fikri Selasa ( 7 /1) ketika di temui di ruang kerjanya, seraya mengatakan, perpanjangan waktu itu di benarkan dalam perpres.

Tak hanya itu saja, pihak rekanan juga akan dikenakan denda permil. 30 persen dari sisa pekerjaan yang belum di selesaikan.

Mengenai nilai kontrak 1,5 Miliar Zaenal Fikri secara tegas membenarkan. Dan bilamana kedepannya pihak rekanan tidak menyanggupi perpanjangan waktu secara otomatis akan di lakukan pemutusan kontrak kerja. (Gung)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polresta Balam dan Dinas Pertanian Kota Galakkan Penanaman Pohon

Rab Jan 8 , 2020
Headlinelampung, […]