views

Leletnya Damkar Tubaba Menuai Pro-kontra, Ini Kata Gusar Prasta Yoga

Headlinelampung, Tubaba – Leletnya mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Tulangbawang Barat yang datang ke lokasi musibah kebakaran di Tiyuh Penumangan Lama, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Sabtu malam (11/01/2020) menuai pro-kontra.

Masyarakat atau warga tiyuh setempat meragukan alasan Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) yang menyebutkan karena alasan lokasi dan medan yang sulit sebagai penyebab terlambatnya proses pemadaman api.

Hal tersebut seperti dijelaskan Gusar Prasta Prayoga dalam komentar yang ditulis di grup WhatsApp Humas Polres Tubaba, Sabtu malam (11/01/2020).

Dalam komentarnya Gusar Prasta Yoga menyebutkan diantaranya yakni, 1.Tiyuh Penumangan tidak ada jalan yang rusak, padat penduduk dari mana, jalanan pohon karet semua, 2. Jam 19.30 itu ngawur, yang kawal mobil itu dari Tugu sampai Penumangan itu saya sendiri dan sampai pada pukul 20.06 WIB, 3. Kecepatan mobil hanya maksimal 45 Km/perjam. Dan itu keadaan sepi bahkan tidak berpapasan dengan kendaraan apa pun, 5. Mobil tidak dilengkapi dengan sirine, 6. Jumlah anggota pemadam yang datang hanya 2 saja. “Itu kebakaran pak Bukan pacaran bedua aja,” guyonannya.Ke- 7. Kondisi air dalam tangki tidak terisi penuh.

“Berhubung saya warga maaf agak nyanggah statmennya. Karena saya tidak ingin Tubaba di nilai buruk akibat pelayanannya seperti ini dan untuk Tubaba yang TOP serta gak terlalu Nenemo kalau ada peristiwa kebakaran,” sebut Gusar Prasta Yoga, dalam komentarnya yang dikutip dari grup WhatsApp Humas Polres Tubaba, Sabtu malam (11/01/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Tulangbawang Barat Sujatmiko menyatakan pihaknya telah berusaha maksimal setelah menerima laporan terjadinya insiden kebakaran rumah warga tersebut.

“Tadi kami dihubungi Kadarsyah, pukul 18.48 WIB, kemudian saya menghubungi petugas piket di posko, dan pukul 18.53 WIB Damkar langsung meluncur ke TKP, tiba di TKP sekitar jam 19.30,” ujarnya, kepada wartawan, Sabtu (11/01/2020).

Mantan Kepala Kesbangpol Tubaba ini menambahkan bahwa kondisi jalan di sana ekstrem, berliku dan padat penduduk.

“Mobil posisi membawa air sehingga kita juga mempertimbangkan keselamatan petugas dan lainnya,” terangnya.

Jatmiko juga mengatakan, keterlambatan mobil pemadam kebakaran bukan karena faktor kesengajaan, tapi murni lokasi dan medan yang sulit dan cukup lumayan jauh.

“Kami merasa prihatin dan hal ini murni bukan disengaja karena semata-mata faktor medan dan lokasi yang sulit dijangkau. Atas nama pemerintah kami mengucapkan permohonan maaf,” tuturnya. (dra)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPD PAN Gelar Fit and Proper Test Balon Walkot Bandarlampung

Ming Jan 12 , 2020
“Yusuf […]