views

Angka Stunting Masih Rendah, 2020 Dinkes Lambar Tingkatkan Pengawasan

Headlinelampung, Lampung Barat – Angka 5,73 persen dari total 17.461 balita di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) yang mengalami Stunting terbilang masih rendah bila merujuk target nasional yang berada di angka 28 persen, dan mengalami penurunan dari dua tahun sebelumnya yakni 2017 berada pada angka 37,3 persen dan 2018 32,96 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lambar, Erna Yanti menuturkan, angka Stunting 5,73 persen yang diperoleh melalui aplikasi E-PPGBM tersebut masih akan akan dilanjutkan dengan validasi dan intervensi sensitif.

“Berdasarkan pedoman pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi di kabupaten/kota, Penyelenggaraan intervensi penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, dimana keanggotaan tim lintas sektor sekurang-kurangnya mencakup instansi yang menangani kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, kelautan perikanan, pendidikan, perindustrian, sosial, agama, komunikasi dan informasi, PU dan permukiman, PMD ,PPPA , kependudukan catatan sipil dan KB serta pengawasan obat, atau sekitar 16 OPD, dimana pengorganisasian tersebut diketuai oleh Bappeda,” jelas Erna

“Kalau perlu tidak ada balita kita di Lambar ini yang mengalami Stunting, kitakan berharapnya anak-anak kita pada sehat semua, untuk itu kita akan terus meningkatkan pengawasan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa yang bisa menyebabkan Stunting dan bahaya dari Stunting itu sendiri,” tambahnya

Erna juga mengatakan, dalam mendukung antisipasi Stunting tersebut, pihak Dinkes Lambar juga telah memberdayakan tenaga kesehatan yang bukan tenaga ahli gizi, karena menurut beliau Kabupaten Lambar memang masih kekurangan tenaga ahli gizi yang hanya ada 4 orang saja di seluruh Kabupaten Lambar.

“Untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli gizi ini kita memberdayakan tenaga kesehatan lainnya yang telah kita berikan pelatihan, termasuk ke-4 ahli gizi tersebut yang memberikan mereka pelatihan, agar kekurangan tenaga ahli gizi ini tidak menjadi alasan kita lambat dalam melakukan penanganan,” imbuhnya

Erna juga menambahkan, upaya yang telah dilakukan oleh dinas kesehatan dan puskesmas dalam penanganan masalah stunting yaitu pengadaan obat-obatan dan suplemen tambahan yang diberikan kepada penderita Stunting ibu hamil dan calon ibu hamil.

“Kita memberikan tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil, vitamin A untuk bayi balita dan ibu nifas serta mineral mix untuk kasus gizi buruk, pelacakan kasus gizi buruk dan bumil kek, validasi kasus gizi buruk dan bumil kek, pemberian makanan tambahan bumil KEK maupun balita KEP, pemberian obat cacing untuk ibu hamil anemia dan anak sekolah serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu, PAUD,” pungkasnya. (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wagub Nunik Roadshow di Lampung Utara

Rab Jan 15 , 2020
Headlinelampung, […]