views

Respons Keluhan Warga, Ormas GML Adukan Proyek Median Jalan Patimura ke Inspektorat

Headlinelampung, Metro – Merespon keluhan warga, Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Kota Metro, mengadukan proyek pembangunan median Jalan Patimura Banjarsari senilai Rp 1,3 Milyar ke Inspektorat setempat.

Ketua DPD GML Kota Metro, Slamet Riadi membenarkan, pihaknya resmi mengadukan proyek pembangunan median Jalan Patimura senilai Rp 1,3 miliar ke Inspektorat Kota Metro.

“Surat pengaduan dengan nomor 62/DPD GML/Metro/I/2020, tentang Pengaduan Pembangunan Median Jalan Patimura, resmi kami masukkan ke Inspektorat,” kata Slamet Riadi, Senin (20/1/2020).

Ia meneruskan, berbekal dari keluhan warga, pihaknya melakukan investigasi terhadap proyek pembangunan median jalan pada ruas Jalan Patimura, dan menemukan beberapa indikasi bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan RAB.

“Karenanya, kami berharap Inspektorat dapat merekomendasikan agar rekanan memperbaiki pekerjaannya. Apalagi, ini masih dalam tahap pemeliharaan, masih ada tanggung jawab rekanan,” timpalnya.

Diketahui, pembangunan median jalan pada ruas Jalan Patimura Banjarsari Metro Utara disoal warga. Pasalnya, konstruksi asal-asalan yang tidak didukung fasilitas lain seperti lampu penerangan dan rambu lalu lintas, kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Seperti diungkapkan oleh Riska, salah seorang warga setempat, Minggu (12/1/2020). Menurut dia, pembangunan media jalan pada ruas Jalan Patimura, kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

“Setelah dibangun media jalan, badan Jalan Patimura menjadi sempit, ditambah pengerjaan asal-asalan, serta kurangnya fasilitas pendukung. Ini menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Terakhir, saya mencatat sudah tiga kali,” kata Riska.

Senada, Ali Rosad, warga Perumahan Lempuyang 29 Banjarsari juga mengeluhkan hal serupa. Warga mengaku tidak nyaman dengan pembiatan median jalan yang asal-asalan dan terlalu lebar.

“Kami, warga perumahan kalau mau keluar menuju arah Kota Metro, memutarnya terlalu jauh dan lokasi memutas cukup sempit untuk kendaraan roda empat,” timpalnya.

Sementara itu, berdasarkan pantuan, pembangunan median jalan lanjutan pada ruas Jalan Patimura yang dimulai dari persimpangan Jalan Walet dekat dengan SPBU Banjarsari hingga depan TMII pada tahun anggaran 2019, dikerjakan asal-asalan. 

Hal itu, terlihat dari konstruksi cor yang tidak menggunakan batu split dan langsung digelar di badan jalan tanpa digali terlebih dahulu sebagai penguat. Praktis, materi cor hanya terdiri dari semen pasir, dan sedikit batu kali pada beberapa titik.

Sayangnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kota Metro, Dody tidak dapat dikonfirmasi terkait hal itu. Bahkan, pesan yang dikirim melalui layanan WhatsApp juga tidak dibalas. (dry)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tingkatkan Pelayanan Disdukcapil Kota Metro Rekrut Tenaga Ahli Programer

Sen Jan 20 , 2020
Headlinelampung, […]