views

Banjir Rendam 3 Kecamatan, BPBD Pesawaran Tanggap Evakuasi Warga

Headlinelampung, Pesawaran – Banjir bandang atau luapan air sungai Way Padang Ratu dan Way Semak merendam tiga kecamatan. Beruntung kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Cepat dan tepat petugas BPBD di bantu relawan tanggap bencana mengevakuasi warga.

Ketiga kecamatan yang terkena luapan air atau banjir di antaranya Desa Bagelen dan Karang Anyar Kecamatan Gedong Tataan, kemudian Kecamatan Negrikaton Desa Pujo dan Desa Kagungan Ratu Kecamatan Waylima Desa Batu Raja.

Hal itu, di tegaskan oleh Mustari Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran,” Sekitar jam. 02.00 malam dini hari, Rabu malam Kamis, petugas di lapangan dengan cepat dan tanggap, membantu mengevakuasi warga di lima desa dengan menyipakan perahu fiber dan karet,” ujar nya, Kamis (23/01/2020) melalui sambungan via ponsel kepada headlinelampung.

Luapan air atau banjir, ketinggian air hingga 2 meter, namun itu di daerah yang dataranya rendah kemudian dataran sedang 4 centi meter dan satu setangah meter.

Kita melihat kondisi masyarakat, dan sejak jauh hari kita juga telah mewarning warga yang bermukim di dataran rendah saluran sungai Way Sema dan Way Padang Ratu. Bertujuan, untuk dapat menghindar pada musim penghujan tahun 2020 khusus bulan Januari – Februari.

Banjir di Kecamatan Gedong Tataan dan Negrikaton himbas dari penyempitan sungai. Begitu juga di Kecamatan waylima, meskipun Pemerintah Pesawaran saat ini telah mebanguna normalisasi sungai namaun, di lakukan atau di fusatkan di daerah pesisir mengingat keterbatasan anggran di mungkinkan tidak mencukupi APBD Pesawaran, untuk membangun normalisasi sungai ke suamu kecamatan.

“Normalisasi yang dilakukan tahun 2019 menggunakan APBD oleh Pekerjaan Umum di fokuskan di darah pesisir seperti Padang Cermin dan sekitarnya, mengingat di lihat dari daerah yang rawan banjir cukup tinggi,” katanya melalui sambungan ponsel Kamis (23/01/2020).

Mustari juga menghimbau kepada masyarakat yang bermukim di pinggir sunagi dapat kiranya meningkatkan kewaspadaan mengingingat januari-febuari tahun ini cuaca sangat ekstrim, di khawatirkan ada luapan air susulan.

Jangan di tunggu rumah yang kiranya dapat berbahaya akibat bajir atau luapan dari air sungai. Minimal kita minimalisir. Saya juga berharap dapat kiranya melakukan membersihkan di semua selokan yang ada.

Namun di informasikan Kamis 23 Januari 2020, pagi ini alhamdulilah ketinggian air sudah mulai surut. ,”Perahu fiber yang kita siagakan untuk mengevakuasi banjir terutama warga yang hamil, atau anak-anak serta orang yang usianya lanjut,” tutupnya. (Agung)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mobil Damkar Pesawaran Terbalik di Jalan Utama Kedondong

Kam Jan 23 , 2020
Headlinelampung, […]