views

Diduga Muzakkar Gunakan Kebijakan Untuk Pemalsuan Tanda Tangan ?

Headlinelampung, Lampung Barat – Pasca beredarnya berita mengenai Arogansi, tahan gaji bawahan, SPJ fiktif hingga pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oknum Kepala Kantor (Kakan), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung Barat (Lambar) Muzakkar, pagi ini awak media baru bisa menemui Muzakkar di ruangannya, Kamis (23/01/2020).

Kepada awak media Muzakkar membenarkan perihal kata-kata kasar yang sempat ia lontarkan kepada Kepala Seksi Kesbang Merah Bangsawan, Muzakkar mengaku terbawa emosi dengan alasan bawahannya tersebut tidak disiplin.

“Menurut saya wajar kalau saya emosi dan sempat ajak dia berkelahi, saya emosi karena pak Merah ini tidak disiplin dan jarang masuk, masuk kantor juga kadang cuma setor muka habis itu pulang lagi,” ungkap Muzakkar.

Menurut pengakuannya, dengan alasan tidak disiplin itu juga hingga dirinya mengambil kebijakan untuk menahan gaji bawahannya tersebut.

“Diakan sudah dapat sanksi dari baperjakat, diberikan SP sudah, diberikan teguran sudah, dipanggil sekda aja udah pernah, tapi sepertinya tidak memberikan efek jera, jadi dengan niat agar dia bisa lebih disiplin saya berinisiatif menggunakan kebijakan saya dengan menahan gaji pak Merah, dan itu dengan surat perjanjian materai 6 ribu, dan kalau sudah disiplin gajinya akan kita berikan,” jelas Muzakar seraya menunjukkan surat perjanjian tersebut.

Tapi ketika dicecar dengan pertanyaan mengenai SPJ fiktif dan pemalsuan tanda tangan, Kakan Muzakkar terkesan tidak kooperatif, jawaban yang disampaikan oleh Muzakkar dan Pega Yanti selaku seksi bendahara berbeda-beda.

Awalnya menurut pengakuan Muzakkar, SPJ tersebut ditandatangani oleh Pega atas perintah dirinya selaku Kakan.

“Itu yang tanda tangan bendahara karena saya pikir daripada tidak terlaksana,sedangkan waktu sudah mepet dan yang bersangkutan (Merah) tidak masuk kantor, jadi saya perintahkan bendahara untuk menandatangani,” ujarnya

Tapi ketika berikan pertanyaan yang sama, Pega mengelak dan tidak mengakui, ia mengatakan dirinya tidak berwenang melakukan tugas seperti itu, menurut Pega di SPJ memang tercantum tanda tangan Merah Bangsawa tapi bukan dirinya yang menandatangani.

“Saya tidak pernah menandatangani SPJ itu, karena itu bukan tupoksi saya, setahu saya yang menandatangani SPJ itu anak honor, inisialnya YL, tapi YL melakukan hal tersebut atas perintah Kepala Kantor,” beber Pega

Lucunya lagi, ketika awak media menanyakan dimana lokasi dilaksanakannya kegiatan sosialisasi itu dan apa isi dari kegiatan tersebut, Muzakkar, Suroto selaku Kasi TU dan Pega selaku bendahara juga memberikan jawaban yang berbeda-beda.

Muzakkar mengatakan jika kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengikuti agenda bupati dan isi kegiatannya membagikan buku, sedangkan menurut Suroto dan Pega lokasinya di Aula Rumah Sakit Alimudin Umar Liwa, sedangkan yang tercantum di SPJ tersebut lokasinya dilaksanakan di Kecamatan Pagar Dewa.

Tapi menurut keterangan Merah Bangsawan kegiatan tersebut tidak pernah dilaksanakan.

“Setahu saya kegiatan seperti itu tidak pernah dilaksanakan (fiktif),” ujarnya. (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Karang Anyar Buka Dapur Umum, 500 Rumah Warga Tiga SDN Serta Mushola Terendam Banjir

Kam Jan 23 , 2020
Headlinelampung, […]