views

Bejat! Oknum Guru Cabuli Anak Tuna Rungu

Headlinelampung, Lampung Tengah – Cabuli anak dibawah dan berkebutuhan Khusus, oknum guru di tangkap anggota Polres Lampung Tengah, Kamis (23/01/2020).

Adalah Imam Afandi (30), warga Dusun III RT/RW, 002/001 Kampung Tanggul Angin Kecamatan Punggur Lampung Tengah, ditangkap atas dasar laporan kedua orang tua korban sebut saja Bunga, bukan nama asli, anak dibawah umur yang mengidap tuna rungu.

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara, mendampingi Kapolres Lamteng AKBP Imade Rasma.

Menurutnya, perlakuan tak senonoh yang dilakukan tersangka terhadap Bunga, nama samaran, di sekolah tempat korban menuntut ilmu.

Saat itu suasana sekolah sudah sepi hingga ada setan merasuki jalan pikiran pelaku, dan membuatnya gelap mata.

Pelaku Imam Afandi melakukan perbuatan cabul terhadap Bunga, berkebutuhan khusus (Tuna Rungu) pada Bulan April 2019.

“Ketika itu, korban hendak pulang ke rumah, namun karena teman korban sudah pulang semua. Korban di panggil oleh pelaku,” jelasnya.

Diterangkan oleh AKP Yuda, selanjutnya korban mendatangi pelaku, entah bagaimana ceritanya pelaku langsung mencabuli korban.

Dari hari ke hari korban selalu murung, dan menunjukan perubahan drastis, yang memicu timbulnya kecurigaan kedua orang tua Bunga.

Bunga pun diintrogasi oleh kedua orang tuanya, dan mengaku telah mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari pelaku.

Bak disambar petir di siang bolong kedua orang tua Bunga, mendengarkan cerita sang putri.

“Karena tidak terima perlakuan tidak senonoh pelaku kepada korban, maka kedua orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” terangnya.

Laporan kedua orang tua Bunga, tertuang di Laporan LP/ 95 -B/ I / 2020 / POLDA LAMPUNG/ Res Lamteng, Tanggal 21 Januari 2020.

Selanjutnya unit PPA Polres Lampung Tengah di pimpin oleh KBO Reskrim Ipda Admar,S.Pd melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang-bukti guna menjerat pelaku.

Setelah sekira sembilan bulan, Team Tekab 308 dan Unit PPA Polres lampung Tengah menangkap pelaku dirumahnya.

Guna penyidikan lebih lanjut pelaku Imam Afandi dijerat dengan Pasal 81 Jo 76 E dan pasal 82 UU No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang–undang RI No. 23 Tahun 2002.

Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun Penjara. (Gun)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Februari, Disdukcapil Lambar Sisir Penduduk Tak Tertib Administrasi

Jum Jan 24 , 2020
Headlinelampung, […]