views

Ratusan Buruh di Mesuji Tolak (RUU) Omnibus Law Cilaka

HEADLINELAMPUNG, MESUJI – Ratusan Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menolak Rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law Cilaka yang akan di sahkan pemerintah pusat dalam waktu seratus hari kerja.

Penolakan ini di warnai dengan aksi unjuk rasa di halaman kantor bupati Mesuji Wiralaga Mulya, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji,  Selasa (28/01/2020).

Penolakan tersebut di lakukan karna (RUU)  tersebut tidak berpihak kepada Pekerjaan atau Buruh. (KSBSI) menilai (RUU) Omnibus Law Cilaka tersebut bukan solusi terbaik untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. 

Menurut salah satu kordinator aksi unjuk rasa Ponijan mengatakan, jika (RUU) Omnibus Law Cilaka ini di sahkan oleh pemerintah menjadi UU maka akan berdampak buruk bagi para buruh atau pekerja.

Menurut Ponijan, RUU Omnibus Law Cilaka bukan solusi untuk meningkatkan investasi dan lapangan pekerjaan, namun malah bisa berdampak memiskinkan kaum pekerja atau buruh di kabupaten Mesuji umumnya se-Indonesia.

Potensi hilangnya hak atas upah minimum atau pesangon di ganti dengan istilah tunjangan PHK sebesar enam bulan yang sebenarnya mendapatkan 38 bulan fleksibilitas pasar kerja mudah merekrut dan mudah mem-PHK, tenaga kerja asing bisa bebas bekerja di Indonesia , potensi hilangnya BPJS, dan hilangnya sanksi pidana bagi para pengusaha. 

“Berangkat dari kondisi riil ini KSBSI menolak dan meminta pemerintah membatalkan RUU Omnibus Law Cilaka tersebut karna akan menimbulkan dampak kemiskinan bagi para pekerja atau Buruh,” ujar Ponijan saat menggelar aksi.

Aksi unjuk rasa yang di gelar para buruh di depan kantor Bupati tersebut mendapatkan tanggapan dengan di perbolehkannya beberapa perwakilan koordinator unjuk rasa untuk masuk kedalam ruangan Sekertaris Daerah (Sekda) untuk menyampaikan aspirasinya. 

PLH Sekertaris Daerah Kabupaten Mesuji Edison Bahsid ” kita sepakat untuk menolak poin-poin yang berisi tentang tidak mensejahterakan Para Pekerja atau Buruh dan masyarakat miskin,  kami akan menindak lanjuti tuntutan para pekerja atau Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) “. Tegas Edison 

Setelah mendengar ungkapan perwakilan dari pemerintahan para pengunjuk rasa pun membubarkan diri dengan tertib dari halaman kantor Bupati Mesuji. (Andi)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Copet Apes, Ditangkap Penumpang Bu

Sel Jan 28 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]