views

Temuan Bawaslu, KPU Lamsel Terbukti Langgar Aturan Rekrutmen Calon Anggota PPK

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG SELATAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menyatakan lima komisioner KPU setempat terbukti melanggar aturan, dalam proses rekrutmen calon anggota PPK.

Pernyataan itu tertuang dalam surat Pemberitahuan Tentang Status Temuan dalam formulir model A.13, yang dipajang di papan pengumuman Sekretariat Bawaslu Lamsel, Kompleks GWH Jati Indah Kalianda, Selasa (4/2/2020).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, penelitian temuan yang masuk dan hasil kajian Bawaslu, status temuan perkara ini bahwa lima komisioner KPU Lampung Selatan terbukti melakukan pelanggaran dalam proses rekrutmen PPK,” kata Ketua Bawaslu Lamsel, Hendra Fauzi, kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Dijelaskan, langkah Bawaslu selanjutnya adalah merekomendasikan sanksi terhadap perkara ini ke KPU Provinsi Lampung untuk ditindaklanjuti, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Meneruskan dugaan pelanggaran kepada KPU Provinsi Lampung melalui Bawaslu Provinsi Lampung untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,” tegas Hendra.

Menurutnya, ada tiga poin pelanggaran yang menjadi temuan, analisa, kajian sesuai fakta-fakta dan bukti-bukti yang didapat.

Di antaranya, pengumuman KPU nomor 10/PP.04.2-Pu/1801/KPU/Kab/2020 tentang Seleksi Calon PPK untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamsel tahun 2020 tertanggal 15 Januari 2020.

“Kemudian, poin kedua, proses penelitian berkas administrasi calon PPK,” terang Hendra.

Lalu, yang ketiga kepastian hukum yang menjadi dasar dikeluarkannya Pengumuman nomor 23/PP.04m2-Pu/1801/KPU-Kab/I/2020 tentang Nama-nama Peserta Tes Tertulis Computer Asissted Test (CAT) Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020 Berdasarkan Sesi Jam dan Ruangan Simdig.

“Pada pelanggaran di poin pertama itu ada perbedaan tekstual dengan makna hukum yang berbeda pula,” kata Hendra.

Dia mencontohkan, sesuai SE KPU RI dan PKPU disebutkan Surat keterangan dari lembaga pendidikan formal, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pendidikan sekolah menengah atas/sederajat.

Sedangkan pada pengumuman KPU menyebutkan surat keterangan dari lembaga pendidikan formal yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pendidikan sekolah menengah sederajat.” terang Hendra.

Selanjutnya, dasar pengumuman CAT masih pakai yang lama, bukan yang revisi. Sedangkan nama tiga penambahan sudah masuk di pengumuman kedua.

“Kalau kita tengok pada pengumuman pertama, tiga orang itu belum ada. Padahal dasar terbitnya surat pengumuman kedua itu ada di surat yang pertama,” ungkap Hendra, seraya menolak mengomentari status hukum tiga calon PPK susulan itu.

Untuk diketahui lima komisioner KPU Lamsel yaitu Titik Sutringsih menjabat ketua, Mislamudin, Hendra Apriansyah, Ansurasta Razak dan Asma Emelia. (riki)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Minimalisir Laka Lantas, Satlantas Polres Lambar Jaga dan Awasi KTL

Rab Feb 5 , 2020
HEADLINELAMPUNG.COM, […]