views

Disaksikan Langsung Presiden, Umar Ahmad Satu-satunya Bupati di Lampung Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

HEADLINELAMPUNG, TUBABA – Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad menjadi salah satu penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat di acara Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Banjar Baru Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2020).

Umar Ahmad menjadi satu-satunya bupati di Lampung yang terpilih untuk mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut.

Rencananya, presiden RI Joko Widodo akan hadir langsung menyaksikan malam penganugrahan bagi 10 bupati/walikota yang dinilai peduli terhadap kebudayaan dan literasi media.

Kasubbag Hubungan Media Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan sekretariat pemkab Tulangbawang Barat Sami’an Nur mendampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Fetha Rio mengatakan, Bupati Tubaba Umar Ahmad akan berangkat menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan didampingi ketua TP PKK Tubaba Cornelia Umar, Wakil Bupati Fauzi Hasan, Kadis Kominfo Eri Budi Santoso, dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Fetha Rio.

“Jadwal kapan pak Umar dan rombongan bertolak ke Kalsel saya belum tahu pak. Tapi diperkirakan Kamis (6/2/2020) atau Jumat (7/2/2020). Yang pasti sebelum acara bapak harus sudah ada di Kalsel,” jelasnya, melalui pesan WhatsAppnya, Rabu (5/2/2020).

Sementara berdasarkan press release panitia HPN yang diterima PWI Tubaba menyebutkan, Presiden Joko Widodo dipastikan akan merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, bersama insan pers Indonesia, di halaman kompleks perkantoran Pemprov Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu, 8 Februari 2020.

Serangkaian kegiatan yang hendak disaksikan Presiden, antara lain pemberian penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2020, kepada 10 Bupati/Walikota yang peduli kebudayaan dan literasi media.

Penghargaan dalam bentuk trofi akan disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendi kepada masing-masing bupati/walikota terpilih.

Ketua Panitia Pelaksana HPN 2020 Auri Jaya menyampaikan kepastian kehadiran Presiden tersebut, Senin (4/2/2020) sore, di kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Lantai 4, Kebon Sirih, Jakarta. Usai rapat koordinasi dengan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono di Istana Negara.

Adapun ke-10 Bupati/Walikota yang menerima penghargaan tanpa peringkat tersebut yaitu (urut abjad): Airin Rachmi Diany, Walikota Tangsel (Banten), 2011-2016, 2016-2021; Anang Syakhfiani , Bupati Tabalong (Kalimantan Selatan), 2014-2019,2019-2024; AS Tamrin, Walikota Baubau (Sulawesi Tenggara), 2013-2018, 2018-2023; Hj. Badingah, Bupati Gunungkidul (DI Yogyakarta), 2011-2016, 2016-2021. Danny Missy, Bupati Halmahera Barat (Maluku Utara), 2016-2021; Ibnu Sina, Walikota Banjarmasin (Kalimantan Selatan), 2016-2021; Indah Putri Adriani, Bupati Luwu Utara (Sulsel), 2016-2021; Richard Louhenapessy Walikota Ambon (Maluku), 2017-2022: dan Soekirman, Bupati Serdang Bedagai (Sumatera Utara), 2016-2021, dan Umar Ahmad Bupati Tubaba (Lampung). 2014-2016, 2017 – 2022.

Sebagai penghormatan pada kearifan lokal masing-masing daerah, bupati/walikota tersebut akan mengenakan pakaian daerah/tradisi. Baik yang masih asli maupun yang sudah diberi sentuhan masa kini. Dengan pilihan bentuk, warna, garis, yang menarik.

Mereka dipilih oleh Dewan Juri yang terdiri dari Nungki Kusumastuti (Ketua), Ninok Leksono, Agus Dermawan T, Atal S. Depari dan Yusuf Susilo Hartono. Melalui babak proposal dan presentasi langsung, selama Desember 2019- dan awal Januari 2020 yang lalu. Dewan Juri memilih 10 dari 30 bupati/walikota mewakili tiga zona. Pertama, daerah/kota yang berada di dalam,dekat Ibu Kota Negara RI. Kedua, daerah/kota yang berada di dalam atau dekat dekat ibu kota provinsi. Ketiga, daerah/kota yang jauh dari ibu kota provinsi.

“Para Bupati/Walikta yang mendapat penghargaan ini, dalam membangun daerahnya menggunakan pendekatan kebudayaan lokal dalam perspektif nasional dan global. Sehingga daerah-daerah tersebut tampil dengan karakternya masing-masing,” ujar salah satu anggota Dewan Juri Atal S.Depari, Ketua Umum PWI Pusat, sekaligus Penanggungjawab HPN 2020.

Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat , Yusuf Susilo Hartono, menambahkan, meskipun kesepuluh bupati/walikota sama-sama menempuh jalan kebudayaan dalam membangun kebudayaan dan memodernisasi daerahnya, namun masing-masing dengan program, inovasi dan cara eksekusi, yang berbeda-beda. Sesuai dengan warisan alam, warisan budaya, kultur masyarakat SDM, anggaran, infrastruktur, even, ketrampilan memanfaatkan media (massa / sosial, yang berbeda-beda. Sesuai dengan warisan alam, warisan budaya, kultur masyarakat, sumber daya manusia, dll.

“Dari sanalah keberagaman terjadi, menarik, dan unik-unik,” tandasnya. (rilis/dra)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Djohan dan Andi Surya Kembalikan Berkas Penjaringan Bacakada ke Demokrat Metro

Rab Feb 5 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]