views

Bak Penampung Air Bersih di Lambar Jebol, Peratin Lupa Nilai Anggaran

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Pembangunan sarana air bersih di Pemangku 1 Way Tutung, Pekon Negeri Ratu, Batu Brak, Lampung Barat (Lambar) pada Tahun Anggaran 2019, diduga tanpa perencanaan yang matang dan terkesan asal jadi.

Pasalnya, ketika akan dioperasikan, bak penampung yang baru dibangun tersebut jebol akibat tidak mampu menahan debit air.

Peratin Pekon Negeri Ratu Herpin Edya, saat dikonfirmasi melalui ponsel membenarkan kerusakan bak penampung air tersebut.

“Ya kejadiannya sudah lama, awal Januari (2020) lalu. Tapi saat ini proses material sudah masuk ke lokasi untuk perbaikan,” ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Namun terkait robohnya dinding kolam, Herpin justru terkesan menyalahkan warga.

“Mereka tidak izin dulu saat kolam hendak diisi air. Memang air sudah mengalir, tapi baru di kolam sebelahnya dan ketika pengisian hampir penuh, kolam jebol. Saya baru tahu karena ada monitoring dari kecamatan,” jelas Herpin.

Lucunya, saat disinggung nilai anggaran yang dikucurkan untuk proyek pembuatan bak tersebut, Herpin mengaku tidak ingat.

“Saya tidak ingat anggarannya berapa,” kata dia.

Saat ditelusuri ke lokasi, ternyata belum ada material yang masuk, seperti pengakuan peratin.

Belum ada perbaikan apa pun, padahal kerusakan telah terjadi selama satu bulan. Selain itu, plang proyek juga sudah tidak ada.

Berdasarkan keterangan seorang warga yang enggan ditulis namanya, pelaksanaan pekerjaan pembangunan air bersih tersebut dinilai tidak maksimal.

“Adukan semen yang digunakan tidak sesuai. Lihat saja warna adukannya hampir putih, artinya campuran adukan terlalu di-press sehingga bangunan kurang kuat,” terang dia.

Jarak sumber air dari kolam penampung sekira 1,5 kilometer.

“Sepanjang itu dipasang pipa berdiameter 3 inchi dan 4 inchi. Setahu saya anggaran untuk kegiatan ini lebih dari Rp 102 juta, bersumber dari ADD. Dengan dana sebesar itu seharusnya tidak terjadi hal seperti ini, menghabiskan anggaran tanpa manfaat yang jelas,” keluhnya.

Warga sekitar juga menilai proyek tersebut terkesan mubazir, karena tanpa proyek tersebut mereka  sudah mendapatkan air bersih melalui swadaya.

“Sebenarnya ini tidak berpengaruh sama sekali dengan kami, karena untuk air bersih dari dulu warga di sini sudah punya sendiri dan dibuat secara swadaya,” ungkap warga lainnya.

Hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (DPMPP).

Saat wartawan bermaksud meminta keterangan dari Kabid Pembangunan DPMP, Fathan, yang bersangkutan sedang dinas luar (DL).

”Pak kabid sedang di Bandar Lampung. Terima kasih informasinya. Nanti akan saya sampaikan ke pak kabid,” janji staf di DPMP, Fauzan Aria, Kamis (06/02/2020). (Hendri)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wagub Lampung Roadshow ke Pringsewu, Ini Kegiatannya

Jum Feb 7 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]