views

Bedah Buku Karya Wali Kota Baubau di HPN 2020 Banjarmasin Kalsel

HEADLINELAMPUNG, BANJARMASIN РWali Kota Baubau Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), H.A.S Tamrin, ingin membangun revolusi mental masyarakatnya melalui nilai-nilai kearifan lokal budaya warisan leluhur, yang dipadu dengan norma Pancasila sebagai landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) guna mewujudkan masyarakat yang beradab dan bermartabat.

Hal itu disampaikan pria yang sudah dua periode menjabat wali kota di daerah yang dikenal adat budaya serta pariwisatanya itu, saat ‘Bedah Buku’ karyanya bertajuk ‘Polima Gema Pancasila dari Baubau’, di Ballroom Hotel Golden Tulip Galaxy, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (8/2/2020).

“Dalam suasana Hari Pers Nasional atau HPN ini kita bisa mengaktualisasikan kembali nilai-nilai budaya, meski saya sadar buku ini mungkin masih jauh dari nilai sempurna. Kita adakan kegiatan ini untuk dapat menyempurnakan buku ini melalui masukan dan saran dari semua unsur, yang hadir disini. Sebab, melalui buku ini saya ingin mengangkat nilai-nilai luhur masyarakat Baubau,” jelas Tamrin.

Direktur Uji Kompetensi Wartawan PWI Pusat, Rajab Ritonga, mewakili Ketua PWI Pusat Atal S Depari mengatakan, Kota Baubau merupakan salah satu daerah di NKRI yang berhasil mendapatkan penghargaan pada HPN Kalsel dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai daerah yang berhasil membangun di bidang kebudayaan.

“Saya mewakili ketua PWI yang juga sedang menghadiri kegiatan di tempat lain, di waktu yang bersamaan, menyampaikan salam dari beliau dan sekaligus membuka acara Bedah Buku ini. Kota Baubau merupakan salah satu daerah yang menerima penghargaan, karena berhasil membangun di bidang kebudayaan,” ujarnya.

Rajab yang juga Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) itu mengungkapkan, menulis buku juga merupakan salah satu hal yang paling sering dilakukan wartawan.

Bahkan menurutnya, ada pepatah mengatakan, belum hebat seorang jurnalis jika belum pernah menulis buku. Sebab, buku bagi seorang wartawan adalah ‘Mahkota’.

“Jadi menulis buku adalah ‘mahkota’ wartawan. Saya pun saat ini masih aktif menulis dan bersama rekan-rekan di PWI pusat memuat buku tentang kode etik jurnalistik serta masih banyak lagi. Bahkan sejak 2011 silam sampai sekarang, tercacat sudah ada 217 judul buku karya wartawan se-Indonesia yang setiap momen HPN selalu kita tampilkan,” terang Rajab.

Hadir dalam Bedah Buku tersebut jajaran pengurus PWI Pusat, forkopimda Kota Baubau dan Kota Banjarmasin, perwakilan wartawan dari berbagai kabupaten/kota se-Indonesia, serta relawan Srikandi Polima. (agung)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tuna Wicara, Tersangka Pembunuh PNS Pengojek di Lamteng Diinterogasi

Sab Feb 8 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]