views

Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSUDAM Lampung, DPRD Geram, Besok Gelar RDP

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Meninggalnya pasien pengguna BPJS yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di selasar Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) memicu DPRD Lampung geram.

Muhamad Rezki Mediansori (21), warga Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel), diduga tidak diberikan pelayanan yang baik oleh pihak Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung itu.

Anggota Komisi V DPRD Lampung, Syarif Hidayat, dengan tegas meminta kepada Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menegur keras pegawai RSUDAM.

Dari informasi yang diterimanya, pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) terhadap Kiki, sapaan akrab mendiang Muhammad Rezki Mediansori, tidak sesuai standar pelayanan kegawat daruratan.

“Informasi yang kami terima, pasien seperti dipingpong, padahal dalam kondisi kritis,” ujar politisi PKS itu.

Jika benar RSUDAM tidak memberikan pelayanan gawat darurat yang semestinya, lanjut Syarif, maka melanggar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit.

Dijelaskan, pada pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa setiap rumah sakit mempunya kewajiban, diantaranya adalah memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya.

Selanjutnya, menurut pasal 7 ayat (1) dijelaskan bahwa kewajiban Rumah Sakit memberikan pelayanan darurat kepada Pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya pada IGD/ Instalasi Gawat Darurat berupa triase dan tindakan penyelamatan nyawa (live saving) atau pencegahan kecacatan.

Syarif mengatakan, berdasar aturan tersebut triase terkait dengan tindakan awal atau skrining secara cepat terhadap pasien yang datang ke IGD, untuk mengidentifikasi kegawatdaruratan dan prioritas penanganan.

“Yang jadi pertanyaan adalah, sejauh mana tindakan triase ini dilakukan pihak RSUD Abdul Moeloek terhadap pasien tersebut, sehingga ikhtiar manusiawi tersebut berdampak pada penyelamatan nyawa atau life saving,” tukas Syarif.

Untuk memastikan informasi yang diterimanya, Syarif bersama Komisi V DPRD Lampung terlebih dahulu akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, seperti RSUD Abdul Moeloek, juga dengan pihak BPJS.

“Insya Allah, Kamis 13 Februari 2020 (besok) akan dilakukan Rapat Dengar Pendapat atau RDP dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasien pengguna BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, di Bandar Lampung, meninggal dunia diduga terlantar karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

Pasien tersebut, Muhamad Rezki Mediansori (21) warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, meninggal di selasar RSUDAM Lampung.

Rezki yang disebut terjangkit demam berdarah dengue (DBD) itu menghembuskan nafas pada Senin, 10 Februari 2020, sore.

Bahkan, peristiwa itu sempat viral di media sosial dalam bentuk video berdurasi 6.09 menit.(bayu)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPRD Kota Serang Banten Belajar tentang Kinerja Banmus di Lampung Tengah

Rab Feb 12 , 2020
DEWAN […]