views

Manajemen Hotel Bukit Randu Bandar Lampung Sepakati Sembilan Tuntutan Warga

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Manajemen Hotel Bukit Randu di Bandar Lampung akhirnya menyepakati sembilan tuntutan warga Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur, yang terkena dampak longsor.

Hal itu terungkap setelah pertemuan yang dihadiri Lurah Kebon Jeruk Rismeliyar, Ketua RT 07 Mas Ud, Babinsa Serda Fadli, Bhabinkamtibmas Bripka M. Hasan, Kepala Lingkungan I Reza, Tokoh Masyarakat Muchlis, Jasri, Taslim, Udin Bule, Idham, Haripareza, dan warga yang terdampak.

Dari pihak Hotel Bukit Randu diwakilkan Manajer Operasional Raban dan HRD Manager Yesti Herlena. Pertemuan digelar di Hotel Bukit Randu, Selasa (18/2/2020)

“Pertemuan warga dengan pihak Hotel Bukit Randu ini untuk mengantisipasi terjadinya longsor. Disepakati poin-poin yang diminta warga yaitu pembuatan talud di dinding pagar sepanjang Bukit Randu sebelah Timur,” ujar Ketua RT 07M Mas Ud.

Kemudian, lanjut dia, pihak hotel melakukan perapihan saluran pembuangan air sebelah Timur dan tidak ada peresapan, dilakukan kontrol dan langsung dikerjakan perbaikan, pengiriman petugas untuk cek bersama warga, memperbaiki pagar-pagar yang rusak.

“Kemudian, penanaman pohon bambu, pembuatan informasi pelarangan membuang sampah di pagar sebelah Timur,” jelas Mas Ud.

Warga memberi waktu selama tujuh hari kepada pihak hotel untuk menyampaikan informasi realisasi tuntutan, dan memberikan kompenasi kepada warga yang terdampak longsor.

Sebelumnya diberitakan, belum usai soal bau busuk, warga RT 07, Lingkungan 1, Kelurahan Kebon Jeruk, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung diresahkan dengan longsor dari Bukit Randu.

“Longsor terjadi karena intensitas hujan yang cukup tinggi pada Kamis, 13 Februari 2020,” ujar Ketua RT 07, Mashud, Minggu (16/02/2020).

Dijelaskan, di atas Bukit Randu terdapat bangunan hotel, yakni Hotel Bukit Randu. Warga sekitar meminta kepada pihak Hotel Bukit Randu agar dibuatkan talud atau siring untuk saluran air.

“Meskipun tanah ini bukan milik Hotel Bukit Randu, tapi kami minta pertanggungjawabannya juga, karena ada pembangunan Hotel di atas tanah yang longsor. Ada lahan Hotel, pasti ada dampaknya juga,” kata Mashud.

Menurut dia, pada Selasa, 18 Februari 2020, warga akan membahas masalah ini dengan pimpinan Hotel Bukit Randu.

Warga yang berada di lokasi longsor, M Taslim, mengatakan, warga RT 07 sangat takut dengan kondisi seperti ini.

“Kami harus mengadu kemana lagi, karena di atas ada bangunan Hotel Bukit Randu, yang mendirikan usaha di atas pemukiman warga. Harusnya peduli dengan masyarakat. Kalau ada musibah begini, kami mohon bantuannya,” ujarnya.

Taslim mengunkapkan jika saat ini pihak Hotel Bukit Randu ada niat baik. Mereka sudah mengerahkan belasan karyawannya membantu menyingkirkan tanah dan batu-batu akibat longsor (sandi)

Bagikan ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satlantas Polres Tubaba Sosialisasi Pengenalan Rambu di Kampung Tertib Lalu Lintas Daya Murni

Rab Feb 19 , 2020
HEADLINELAMPUNG, […]