Polisi Evakuasi Granat Nanas di Tulang Bawang

7

HEADLINELAMPUNG, TULANG BAWANG-Kepolisian sektor (Polsek) Menggala, bersama Jibom Gegana Satbrimob Polda Lampung melakukan evakuasi temuan granat nanas oleh warga di Kampung Lebuh Dalem, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), Jumat (02/04/2021).

Granat Nanas diduga sisa perang tersebut, ditemukan di belakang rumah warga bernama Karmidin (30), warga Kampung Lebuh Dalem.

“Usai di evakusi, granat nanas tersebut langsung dibawa ke lapangan tembak Polres Tuba untuk dilakukan pemusnahan (pendisposalan), karena di lokasi evakuasi tidak memungkinan disebabkan antusias warga yang menyaksikan kegiatan,” ujar Kapolsek Menggala Iptu Holili mewakili Kapolres Tuba, AKBP Andy Siswantoro SIK, Minggu (04/04/2021).

BACA JUGA:  Pemkab Tuba Gelar Apel Jum'at dan Senam Bersama

Lanjut Iptu Holili, pemusnahan temuan granat nanas ini dilakukan pukul 17.30 WIB, oleh Jibom Gegana Satbrimob Polda Lampung dan berlangsung lancar serta aman.

Kapolsek menjelaskan, mulanya granat nanas ini ditemukan oleh saksi Ahmad Jaelani, Rabu (31/03/2021) saat membantu penggalian pondasi rumah milik saksi Supri (35), warga Kampung Lebuh Dalem.

Saksi Ahmad Jaelani menemukan botol air mineral yang dibungkus plastik, setelah dibuka plastik tersebut ternyata berisi granat nanas, dan memberitahukanbya kepada saksi Supri selaku pemilik rumah.

BACA JUGA:  Silaturahmi Kamtibmas, Kapolsek Terbanggibesar Sambangi Tokoh Agama Kampung Karangendah

Saksi Supri mengambil granat nanas tersebut dan menyerahkannya kepada saksi Karmidin, oleh saksi Karmidin, granat nanas tersebut dibersihkan dan digosok-gosok, kemudian dibawa pulang ke rumahnya.

Kemudian, Kamis (01/04/2021), saksi Karmidin melaporkan penemuan granat nanas ini ke Mapolsek Menggala.

Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Menggala bersama personelnya langsung datang ke rumah saksi Karmidin, lalu dilakukan pemasangan police line, amankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melaporkan secara berjenjang kepada pimpinan.

“Granat nanas temuan warga ini, diduga kuat merupakan peninggalan dari sisa perang kemerdekaan,” tutup Iptu Holili.(*/rian)