Dibangun 2019, Pagar SD Negeri Wates Lambar Ambruk

28

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG BARAT – Kejadian miris di dunia pendidikan kembali terjadi, pagar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wates yang berada di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat yang baru selesai dibangun tiba-tiba roboh.

Bangunan Pagar SD Negeri Watas tersebut diketahui Ambruk sepanjang puluhan meter, ironisnya pagar tersebut di bangun tahun 2019 lalu senilai Rp 200 juta, yang sumber dananya dari Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Lampung Barat 2019.

Berdasarkan hasil investigasi, Ambruknya bangunan pagar SD Negeri Wates ini dikarenakan gerusan air hujan pada dinding pondasi pagar, di duga buruknya kualitas fisik sehingga tak mampu menahan gerusan air dan mengakibatkan rusaknya pagar.

BACA JUGA:  Satresnarkoba Lampung Barat Ringkus Pemesan Narkoba via J&T

Kasi Kelembagaan dan Sarana dan Prasarana Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lambar Seno Susanto, Ketika dikonfirmasi melalui telepon terkait masalah ini mengatakan telah mengetahui adanya pagar sekolah yang ambruk dan sudah meninjau ke lokasi.

“Iya kami sudah tau adanya pagar SD yang roboh, kemarin kita sudah turun ke lokasi, menurut kesaksian warga pagar tersebut roboh karena tergerus air hujan, jadi memang airnya tidak ketampung,” jelas Seno, Rabu (29/01/2020).

Ketika ditanyakan mengenai perawatan dan apakah itu tidak masuk dalam pertimbangan dewan konsultan, dirinya mengaku belum mengetahui, karena dirinya belum lama menjabat sebagai kasi di Dinas tersebut.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 di Lampung Barat, Satu Sembuh, Dua Konfirmasi Positif

“Saya belum tahu mas, kan saya belum lama di sini,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Seno Maupun Wasis Supriyadi yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar belum bisa dikonfirmasi karena tidak berada di kantor dengan alasan masih ada urusan diluar kantor, waktu ditelepon Seno sempat menjanjikan untuk bertemu di kantor untuk dimintai keterangan mengenai hal tersebut.

“Kalo mau konfirmasi nanti kalau saya sudah dikantor saya hubungi ya,” ujar Seno.

Namun hingga jam kerja habis dirinya tidak menghubungi, sedangkan Wasis sendiri ketika dihubungi melalui telepon nomornya tidak aktif. (Hendri)