Komisi IV DPR RI Lakukan Kunker ke Perusahaan GGF

91

HEADLINELAMPUNG, LAMPUNG TENGAH-Komisi IV DPR RI mengapresiasi keberhasilan Great Giant Foods (GGF) yang menerapkan pola CSV, selain bisa mengekspor buah ke manca negara, juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua rombongan Komisi IV DPR RI, Sudin saat kunjungan kerja ke GGF Terbanggibesar Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Selasa (21/7/2020).

Rombongan yang berjumlah 17 orang anggota DPR RI didampingi oleh Bupati Lamteng, Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Hortikultura, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Pejabat dari Pemprov Lampung.

Berharap agar pola CSV yang telah diterapkan oleh GGF, dan dikembangkan ke wilayah lainya di Indonesia, agar mampu memenuhi permintaan kebutuhan buah dari manca negara.

Ketua rombongan komisi IV DPRD RI Sudin, beserta rombongan mengapresiasi keberhasilan GGF dalam memenuhi kebutuhan exspor buah ke manca negara.

Selain itu, GGF juga menyerap banyak tenaga kerja, sehingga mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia

Untuk itu, Sudin berharap agar pola CSV yang diterapkan GGF dapat dikembangkan ke daerah lainya diwilayah, Indonesia Tengah dan Timur, Sulawesi, NTT dan NTB

Rombongan yang disambut di Training Center GGF oleh Head of Corporate Affairs Directorate GGF Welly Sugiyono , Beni R Johan (Great Giant Livestock), Supriono Loekito (Fresh Fruit), Halim Sunarto Jaya (Factory), Hendri Tanujaya (Corporate Affairs), Arief Fathullah (Sustainability), Iwan Zumrotul (Emergency Rescue Team), Deni Kurniawan (Cannery), Nana Kupriatin (BP), Eko Irianto (Label), Kevin Raharja (LOB), Paulina Yuniarsih (Breeding).

BACA JUGA:  Menteri Erick Tohir Tinjau Penanaman Bibit Jagung di Lampung Selatan

Selanjutnya, rombongan mengunjungi proses produksi di Factory, penggemukan sapi GGL dan instalasi proses pupuk cair LOB (Liquid Organic Biovertilizer).

Kepada anggota legislatif asal Jakarta yang Kunker ke GGF tersebut, Welly Soegiono mengatakan, sebagaoli perusahaan hortikultura yang mempekerjakan sekitar 20 – 25 ribu tenaga kerja, meskipun ditengah pandemi Covid19, semuanya .masih beroperasi seperti biasa, denga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Jadi ditengah pandemi COVID-19 ini semua masih beroperasi seperti biasa di perusahaan kami,” ujar Welly Soegiono.

Dia menjelaskan, dalam mencegah terjadinya penyebaran virus corona, manajemen GGF menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di setiap proses produksi. Termasuk protokol kesehatan kepada setiap tamu yang berkunjung ke GGF.

Welly mengatakan, selama tahun 2019 GGF telah berhasil mengekspor ke manca negara buah dalam kaleng sebanyak 13.500 kontainer dan buah segar 4.000 kontainer.

BACA JUGA:  Pjs Bupati Lamteng Ikuti Paripurna KUA-PPAS APBD 2021 Secara Virtual

Diungkapkan oleh Welly, pada tahun 2020 Indonesia menjadi suplier nanas terintegrasi terbesar di dunia.

Untuk memenuhi permintaan buah yang terus meningkat, GGF mengembangkan program dengan pola Creating Shared Value (CSV).

“Dengan model CSV yang diterapkan pertama kali di Tanggamus Lampung, petani sudah bisa ekspor pisang mas ke cina,” kata Welly.

Dikatakannya, model CSV akan terus dikembangkan diberbagai daerah lainya setelah Kabupaten Tanggamus, berlanjut ke Jembrana Bali, Bener Meriah Aceh, Bondowoso Jawa Timur dan rencananya akan dikembangkan dibeberapa wilayah timur Indonesia untuk memudahkan ekspor ke Jepang dan China.

Untuk mendukung program CSV, pihaknya menerapkan aplikasi sistem e-grower, program yang telah dicanangkan oleh Menteri Perindustrian pada tahun 2019 lalu.

“Harapannya progran CSV terus berkembang untuk bisa meningkatkan penghasilan masyarakat, karena dijamin harga tetap stabil tidak jatuh ketika panen raya. Harga jual pisang ditentukan sesuai kontrak per tahun,” terang Welly.

Dengan adanya program ini lanjutnya, kebun GGF di Lampung bisa fokus ekspor, sedangkan kebutuhan lokal sepeti Bali dan Surabaya bisa dipasok melalui produksi lokal dengan mitra CSV. (Gunawan)