Hadiri Muswil ICMI Lampung, Ini yang Disampaikan Gubernur Arinal

83
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. (foto: ist)

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG-Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mendukung kerja sama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi wilayah (Orwil) Lampung bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menangkal radikalisme.

“Sejak kelahirannya tahun 1990 lalu, ICMI merupakan kumpulan cendekiawan yang terpanggil untuk memberikan kontribusi, gagasan dan pemikiran untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan,” ujar Gubernur Arinal saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII ICMI Orwil Lampung, di Gedung Convention Hall Mahligai Agung Pascasarjana UBL, Kamis (28/07/2022).

“Semoga program-program pembangunan Pemprov Lampung, dapat berjalan selaras, serta bersinergi dengan program diusung oleh ICMI Lampung,” tukas Arinal.

BACA JUGA:  AKBP Kurniawan Ismail Resmi Jabat Kapolres Lampung Utara

Sementara itu, Ketua Umum ICMI Pusat Arif Satria mengatakan, ICMI memiliki kepentingan besar untuk mengawal NKRI. Karena, ICMI memiliki peran dalam mengawal kehidupan berbangsa, dan bernegara yang sehat dan bagaimana proses Demokrasi benar-benar dapat mensejahterakan masyarakat.

“ICMI dan BNPT, siap berkolaborasi merawat dan menjaga keutuhan NKRI. Salah satunya, menanggulangi paham-paham radikal,” ujar Arif.

Ditempat yang sama, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Nisan Setiadi mengatakan, BNPT akan bersinergi bersama ICMI untuk menerapkan toleransi yang baik, dan positif sehingga dapat menjaga keutuhan bangsa dalam melaksanakan pembangunan.

BACA JUGA:  Cegah Penyebaran Virus Corona, Herman HN Imbau Warga Bandar Lampung Pakai Masker

Sedangkan, Ketua ICMI Orwil Lampung, M Yusuf S. Barusman mengatakan, ICMI Orwil Lampung siap berkontribusi, dan berkolaborasi dalam memberikan pemahaman-pemahaman kepada para cendikia, dan masyarakat agar memiliki pemahaman yang komprehensif.

“Jadi jangan hanya mengambil satu sisi saja, pemahamannya harus komprehensif, sehingga tidak jadi radikal,” tandasnya. (HL-Bud/*)