Kasus Positif Covid-19 Lampung Tembus 4.000, Tujuh Lagi Warga Balam Meninggal

2

HEADLINELAMPUNG, BANDAR LAMPUNG – Kasus Kematian pasien Konfirmasi atau positif Covid-19 di Lampung bertambah tujuh orang.

Total yang meninggal 189 orang, Selasa (1/12/2020).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana, mengungkapkan, ketujuh pasien meninggal tersebut seluruhnya dari Bandar Lampung (Balam).

“Pemulasaran jenazah para pasien Covid-19 tersebut dilakukan secara tatalaksana protokol kesehatan,” ujarnya, melalui WhatsApp Group (WAG) info resmi Covid-19 Provinsi Lampung.

Dijelaskan, pasien meninggal pertama nomor 3.986, laki-laki, usia 70 tahun.

“Kronologisnya, pada 23 November 2020, pasien mengeluh lemas, demam dan mual,” terang Reihana.

Pada hari itu juga pasien dibawa Ke Rumah Sakit swasta di Bandar Lampung untuk dilakukan pemeriksaan rapid test yang hasilnya reaktif dan langsung dilakukan pengambilan swab.

“Pada 23 November 2020, pasien mengalami perburukan kondisi tubuhnya dan pukul 05.00 WIB, dinyatakan meninggal,” ungkapnya.

Pasien tersebut Terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab-1 pada 26 November 2020.

Kemudian, pasien meninggal kedua nomor 3.987, perempuan, usia 41 tahun.

Kronologisnya, pada 22 November 2020, pasien dibawa ke Rumah Sakit Swasta di Bandar Lampung, mengeluh nyeri dada, sesak nafas, sakit kepala dan punya komorbid jantung.

Pada 23 November 2020 pemeriksaan rapid test hasilnya reaktif dan dilakukan pengambilan swab. Terkonfirmasi Positif Covid-19 pada 26 November 2020.

“Pada hari itu juga, pasien mengalami perburukan kondisi tubuhnya dan pukul 03.30 WIB pasien dinyatakan meninggal,” ungkap Reihana.

Lalu, pasien meninggal ketiga nomor 3.986, perempuan, usia 57 tahun.

Kronologisnya, pada 24 November 2020, pasien dibawa ke RS swasta di Bandar Lampung dengan keluhan, demam, sesak nafas, lalu dilakukan pemeriksaan rapid test dan hasilnya reaktif.

Pada 25 November 2020, pasien dibawa ke RS Pemerintah Provinsi Lampung untuk dilakukan pengambilan swab
dan terkonfirmasi positif Covid-19 29 November 2020.

BACA JUGA:  Pulang dari Jakarta Sakit Kepala dan Punggung, Warga Lampung Utara Positif Covid-19 lalu Meninggal

“Pada 26 November 2020 pasien mengalami perburukan kondisi tubuhnya dan pukul 21.30 WIB pasien dinyatakan meninggal,” jelasnya.

Pasien meninggal keempat nomor 3.989, perempuan, usia 54 tahun.

Kronologisnya, pada 20 November 2020 mengeluh nyeri perut, mual dan muntah.

Lalu dibawa ke RS swasta di Bandar Lampung dan dilakukan pemeriksaan rapid test yang hasilnya reaktif, lalu dilakukan pengambilan swab.

“Pada 27 November 2020, pasien mengalami perburukan kondisi tubuhnya dan dinyatakan meninggal. Terkonfirmasi pada 28 November 2020,” jelasnya.

Berikutnya, pasien meninggal kelima nomor 3.990, perempuan, usia 42 tahun.

Kronologisnya, pada 21 November 2020, pasien dibawa ke RS swasta di Bandar Lampung dengan keluhan, demam, sesak nafas.

Pada 22 November 2020, dibawa ke RS Pemerintah Provinsi Lampung untuk didilakukan pemeriksaan rapid test yang hasilnya reaktif dan dilakukan pengambilan swab.

“Pada 27 November 2020, pasien mengalami perburukan kondisi tubuhnya dan dinyatakan meninggal. Pada 28 November terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Reihana.

Pasien meninggal keenam nomor 3.991, laki-laki, usia 54 tahun.

Kronologisnya, pada 20 November 2020, pasien mengeluh nyeri perut, mual dan muntah.

Pada 22 November 2020, pasien dibawa ke RS pemerintah di Bandar Lampung dan dilakukan pemeriksaan rapid test yanghasilnya reaktif dan langsung menuju pengambilan swab.

“Pada 28 November 2020, pasien mengalami perburukan kondisi tubuhnya dan dinyatakan meninggal. Terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari itu juga,” kata Reihana.

Terakhir, pasien meninggal ketujuh nomor 4.014, perempuan, usia 95 tahun.

Kronologisnya, pada 20 November 2020, pasien dibawa ke puskesmas dengan keluhan demam, lemas.

Lalu dilakukan pemeriksaan rapid test yang hasilnya reaktif dan pada 21 November 2020 terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pada 22 November 2020, pasien mengalami perburukan kondisi tubuhnya dan dinyatakan meninggal:,” ungkapnya.

Selain itu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lampung kembali bertambah 116 orang, sehingga total berjumlah 4.034 kasus.

BACA JUGA:  Pertamina Bantah Harga BBM Industri Lebih Murah daripada untuk Masyarakat, Elnusa Lampung Membenarkan

“Rinciannya, dari Bandar Lampung 36 orang, Lampung Utara 20 orang, Lampung Tengah 42 orang, Lampung Timur delapan orang, Metro lima orang, Lampung Selatan dua orang, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran masing-masing satu orang,” urainya.

Dari 116 kasus tersebut, yang merupakan hasil tracing ada 61 orang dan kasus baru ada 55 orang, yang sedang dirawat ada 21 sedangkan isolasi mandiri ada 95 orang.

“Dari penambahan 116 orang tersebut ada dua orang merupakan karyawan instansi pemerintah,” terang Reihana.

Dijelaskan pasien nomor 3.923, RWA, perempuan, 30 tahun, dari Yosorejo, Metro Timur, Metro, merupakan kasus baru.

“Yang bersangkutan adalah karyawan sebuah instansi pemerintah yang bertemu dengan banyak orang,” kata Reihana.

Pada 26 November 2020, dia mengeluh kurang enak badan. Pada 28 November 2020 mengeluh anosmia dan 27 November 2020 di-swab.

“Pada 29 November 2020, terkonfirmasi positif. Kondisi saat ini sehat dan menjalani isolasi mandiri,” tutur Reihana.

Selanjutnya pasien nomor 3.936, NS, perempuan, 24 tahun, dari Tanjung Aman, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, merupakan kasus baru.

“Yang bersangkutan adalah karyawan instansi pemerintah dan kontak dengan tamu dari Jakarta,” jelas Reihana.

Pada 17 dan 18 November 2020, pasien ikut screening rapid test antigen dengan hasil reaktif, lalu di-swab.

“Pada 30 November 2020, terkonfirmasi positif. Kondisi saat ini sehat dan menjalani isolasi mandiri,” ujar Reihana.

Selain itu, ada juga penambahan 42 orang yang selesai isolasi atau sembuh.

Rinciannya, dari Lampung Tengah 17 orang, Lampung Selatan 14 orang, Pringsewu tujuh orang, Tulangbawang tiga orang dan Pesisir Barat satu orang

“Ke 42 orang tersebut dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab negatif Covid-19 dan telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” terang Reihana. (Sandi)